KAJIAN POLA GERAK LOBSTER TERHADAP LINTASAN BUBU LIPAT SKALA LABORATORIUM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KAJIAN POLA GERAK LOBSTER TERHADAP LINTASAN BUBU LIPAT SKALA LABORATORIUM


Pengarang

SUHERI SURANTA P - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1311103010060

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Lobster (Panulirus sp) merupakan salah satu komoditi perairan yang mempunyai nilai jual tinggi. Salah satu alat tangkap yang digunakan untuk menangkap lobster adalah bubu lipat (trap). Alat tangkap bubu lipat biasanya menggunakan umpan alami berupa ikan rucah karena harganya murah, mudah diperoleh dan masih memiliki kesegaran yang baik. Penggunaan umpan, waktu pengoperasian, dan kemiringan konstruksi bubu lipat yang sesuai dapat meningkatkan efesiensi penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola gerak dan kecepatan merayap lobster terhadap lintasan masuk bubu lipat dengan kemiringan 45 derajat. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2017-Januari 2018 di Laboratorium Biologi Laut, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dan dengan bantuan kamera hp untuk merekam pola gerak serta kecepatan lobster melewati frame lintasan masuk bubu lipat dan di analisis dengan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukan, adanya keragaman pola dan kecepatan karena adanya perbedaan pada berat lobster dengan bobot >100-210 g. kemiringan pada pintu masuk bubu lipat akan menyebabkan pola gerak yang berbeda-beda pada setiap lobster. Hal ini disebabkan pada lobster yang memiliki perbedaan dalam kecepatan memanjat dinding perangkap dengan sudut tertentu. Banyaknya titik henti juga mengakibatkan bertambahnya waktu merayap pada lobster. Jarak dan waktu tempuh yang berbeda menghasilkan kecepatan yang berbeda pula dan membuat gambaran pola yang berbeda. Kemiringan 45 derajat memberikan pola lintasan yang sederhana dengan panjang lintasan rata-rata 25,93 cm, waktu tempuh rata-rata 103,8 detik, dan kecepatan rata-rata 0,33 cm/detik.


Kata Kunci : Lobster (Panulirus sp), kemiring pintu masuk, bubu lipat, pola gerak, kecepatan merayap.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK