HUBUNGAN PANJANG-BOBOT DAN RASIO KELAMIN UDANG KELONG (PENAEUS MERGUIENSIS), UDANG BATU (METAPENAEOPSIS MOGIENSIS) DAN UDANG JAMBU (EXOPALAEMON STYLIFERUS) DI PERAIRAN KABUPATEN ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PANJANG-BOBOT DAN RASIO KELAMIN UDANG KELONG (PENAEUS MERGUIENSIS), UDANG BATU (METAPENAEOPSIS MOGIENSIS) DAN UDANG JAMBU (EXOPALAEMON STYLIFERUS) DI PERAIRAN KABUPATEN ACEH BARAT


Pengarang

Sri Zahara - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1511102010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

641.395

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Perairan Kabupaten Aceh Barat menyimpan potensi perikanan yang berasal dari komoditas udang. Terdapat 3 jenis udang yang dominan tertangkap oleh nelayan Aceh Barat dan merupakan udang komersil, yaitu udang kelong (Penaeus merguiensis), Udang Batu (Metapenaeopsis mogiensis), dan Udang jambu (Exopalaemon styliferus). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan rasio kelamin dari ketiga jenis udang tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode contoh penarikan acak sederhana yaitu dengan mengambil sampel udang secara acak dari satu bakul hasil tangkapan udang nelayan dalam satu kali trip penangkapan. Alat tangkap berupa pukat hela mini. Pengambilan sampel dilakukan di Pelabuhan Pendaratan Ikan Ujong Baroeh, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2018 sampai Maret 2019. Data yang dikumpulkan meliputi hasil wawancara, pengukuran panjang karapas, bobot total, serta jenis kelamin udang dan identifikasi spesies. Panjang karapas udang jantan dan betina untuk udang Penaeus merguensis 19,50 mm sampai 40,11 mm dengan kisaran bobot 5,70 g sampai 40,70 g, udang betina memiliki kisaran panjang karapas dari 12,58 mm sampai 45 mm dan kisaran bobot 7,40 g sampai 43,81 g, Metapenaeopsis mogiensis jantan berkisar dari 11,60 mm sampai 29,60 mm dengan kisaran bobot 0,89 g sampai 12,90 g, udang betina memiliki kisaran panjang karapas 20,60 mm sampai 33 mm dan kisaran bobot sebesar 6,60 g sampai 8,70 dan udang Exopalaemon styliferus jantan memiliki kisaran panjang karapas 7 mm sampai 14,50 mm dengan bobot 0,40 g sampai 1,90 g, sedangkan udang betina memiliki kisaran panjang karapas 5,90 mm sampai 14,90 mm dengan kisaran bobot sebesar 0,60 g sampai 1,97 g. Udang Penaeus merguensis, Metapenaeopsis mogiensis dan Exopalaemon styliferus baik jantan maupun betina memiliki pola pertubuhan yang bersifat alometrik negatif yang berarti pertambahan panjang karapas lebih dominan dari pada pertambahan bobot tubuh. Perbandingan rasio kelamin jantan dan betina pada udang Penaeus merguiensis sebesar 1:0,72, Metapenaeopsis mogiensis 1:0,05 dan Exopalaemon styliferus 1:0,75. Berdasarkan hasil uji chi-square rasio kelamin Penaeus merguensis dan Exopalaemon styliferus tergolong seimbang, namun rasio kelamin udang Metapenaeopsis mogiensis tidak dalam keadaan seimbang.
Kata Kunci: Meulaboh, alometrik negatif, chi-square, panjang karapas, bobot total

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK