<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="62782">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN STRES DAN KESEJAHTERAAN (WELL-BEING) DENGAN MODERASI KEBERSYUKURAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erlis Manita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Stres menjadi salah satu faktor risiko paling besar munculnya gangguan jiwa. Hal ini berkaitan dengan keadaan kesejahteraan pada diri individu.  Salah satu cara untuk mengatasi stres yang dialami adalah dengan bersyukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dan kesejahteraan dengan moderasi kebersyukuran pada dewasa muda yang berdomisili di Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang melibatkan 349 responden dewasa muda (264 Perempuan, 85 Laki-Laki) dengan rentang usia 20-40 tahun (M=22,20), dipilih melalui metode nonprobability sampling dengan teknik incidental sampling. Tingkat stres individu diukur menggunakan Perceived Stress Scale (?=0,804), kesejahteraan diukur menggunakan The Warwick-Edinburgh Mental Well-being Scale (?=0,874), dan kebersyukuran diukur menggunakan Skala Bersyukur Indonesia (?=0,904). Data penelitian dianalisis menggunakan moderated regression analysis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa stres memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap kesejahteraan dengan nilai signifikansi (t=0,000 &lt; 0,05), selanjutnya kebersyukuran mampu memoderasi hubungan stres dan kesejahteraan dengan nilai signifikansi (t=0,001</note>
 <subject authority="">
  <topic>STRESS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>62782</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-11 15:14:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-23 10:01:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>