<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="62742">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIVERA) SEBAGAI ANTIBAKTERI VIBRIO SP. PADA LARVA UDANG VANNAMEI (LITOPENAEUS VANNAMEI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Mutia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimal ekstrak daun kelor (Moringa oleivera) yang berperan sebagai antibakteri Vibrio sp. yang menginfeksi larva udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini dilaksanakan pada 15 Maret sampai 15 april 2019. Penelitian  dilaksanakan di PT. Bibit Unggul Global Gen, Pantai Cermin, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu perendaman ekstrak daun kelor dengan dosis (A) 0 ppm, (B) 400 ppm, (C) 600 ppm, (D) 800 ppm dan (E) 1000 ppm. Perendaman ekstrak hanya diberikan satu kali sebelum pemeliharaan. Benih udang vannamei yang digunakan yaitu stadia PL 8 dengan rata-rata panjang 3,5-5mm/ekor. Berdasarkan hasil uji ANOVA, nilai pertumbuhan panjang larva udang vannamei terbaik diperoleh pada perlakuan E (1000 ppm) dengan nilai 16,75±1.16, pertumbuhan bobot diperoleh nilai terbaik pada perlakuan D (800 ppm) 0,92±0,89, kelangsungan hidup diperoleh nilai terbaik pada perlakuan E(1000 ppm) 91,00±7,87 dan nilai total vibrio count (tvc) diperoleh pada perlakuan E (1000 ppm) 410,00±29,56. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ekstrak daun kelor dengan dosis berbeda ke dalam media pemeliharaan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan panjang dan pertumbuhan bobot. Nilai parameter kualitas air pada penelitian ini masih pada kisaran normal untuk pemeliharaan larva udang vannamei.&#13;
&#13;
Kata kunci: 	Udang vannamei, ekstrak daun kelor (Moringa oleivera), Vibrio sp. &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>LOBSTER</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>62742</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-11 12:48:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-13 11:40:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>