STUDI KARAKTERISTIK PENYERAPAN BUNYI PADA BAHAN SERAT PISANG ABACA DAN SERAT SABUT KELAPA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

STUDI KARAKTERISTIK PENYERAPAN BUNYI PADA BAHAN SERAT PISANG ABACA DAN SERAT SABUT KELAPA


Pengarang

RAHMAT SYAH PUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304102010087

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

STUDI KARAKTERISTIK PENYERAPAN BUNYI PADA BAHAN SERAT PISANG ABACA DAN SERAT SABUT KELAPA
RAHMAT SYAH PUTRA
1304102010087
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala
Darussalam, Banda Aceh

Abstrak

Penyerapan bunyi pada ruang dengung sangat bergantung pada bahan peredam suara yang digunakan, serat pisang abaca dan serat sabut kelapa yang merupakan serat alam dapat juga digunakan sebagai bahan peredam yang efektif. Ketersediaannya di Aceh yang melimpah dan harganya yang relatif lebih murah dibanding jenis peredam lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyerapan suara pada sampel serat pisang abaca dan serat sabut kelapa. Pengujian dilakukan didalam ruang dengung (Reverberation Room), yang mengacu pada ISO – 354 : 2003 mengenai standar pengukuran dengan metode ruang dengung. Suhu dan kelembaban udara didalam ruangan tanpa pendingin udara adalah 32.0 0 c dan 89.6%, kalibrasi mikropon 113,7 dB pada frekuensi 1 kHz dengan sensitifitas – 27.3 dB. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Sound Level Meter Norsonic 140 dengan filter band 1/3 oktaf, rentang frekuensi 125 HZ - 6,3 kHz, jenis suara yang dipakai dalam penelitian adalah Pink Noise. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel uji serat pisang abaca dengan luas sampel uji 1,21 m2 memiliki koefisien absorpsi maksimum pada frekuensi rendah (160 - 250 Hz) yaitu 0,93 (93%) pada frekuensi 200 Hz dan minimum pada frekuensi rendah (125 - 500 Hz) yaitu 0,17 (17%) pada 315 Hz. Nilai koefisien cenderung stabil pada frekuensi menengah (1000-3150 Hz) berkisar antara 0,26 dan 0,47 (26% - 47%). Sedangkan sampel uji serat sabut kelapa memiliki koefisien absorpsi maksimum pada frekuensi tinggi (1600 - 6300 Hz) yaitu pada 0,84 (84%) pada frekuensi 2000 Hz dan minimum pada frekuensi rendah (125 - 500 Hz) yaitu pada 0,12 (12%) pada 250 Hz. Nilai koefisien absorpsi dari serat sabut kelapa cenderung stabil pada frekuensi menengah (800- 1250 Hz) berkisar antara 0,14 dan 0,33. Jadi energi bunyi yang terjadi pada serat sabut kelapa adalah 14% - 33% dari total energi yang datang.
Kata Kunci: Abaca, Sabut Kelapa, Ruang Dengung, Koefisien Absorpsi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK