Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
TINDAK PIDANA PENCABULAN YANG DILAKUKAN OLEH PEREMPUAN TERHADAP ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLRES ACEH UTARA)
Pengarang
Reza Maulana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1203101010084
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Abstrak
Reza Maulana,
(2019)
TINDAK PIDANA PENCABULAN YANG
DILAKUKAN OLEH PEREMPUAN
TERHADAP ANAK (Suatu Penelitian di
Wilayah Hukum Polres Aceh Utara) Fakultas
Hukum Universitas Syiah Kuala
(v, 52) pp.,bibl.,tabl.
Ida Keumala Jeumpa, S.H, M.H
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 76D
menyebutkan, Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman
kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang
lain. Namun, dalam kenyataannya masih ditemukan tindak pidana pencabulan
yang dilakukan oleh perempuan terhadap anak di wilayah hukum Polres Aceh
Utara.
Penulisan skripsi ini bertujuan menjelaskan faktor penyebab dilakukannya
tindak pidana pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh perempuan , modus
operandi yang dilakukan oleh perempuan terhadap anak dan upaya
penanggulangan terhadap tindak pidana pencabulan oleh perempuan terhadap
anak-anak.
Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan.
Penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari
buku-buku dan Undang-Undang. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan untuk
memperoleh data primer, dengan cara mewawancarai responden dan informan.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa faktor penyebab terjadinya tindak
pidana pencabulan yang dilakukan oleh perempuan terhadap anak adalah,
orientasi seks yang menyimpang, kurangnya pengawasan orangtua dalam
mengontrol lingkungan, pergaulan dan tempat bermain anak. Modus Operandi
yang dilakukan oleh pelaku adalah mengajak korban melakukan perbuatan tidak
senonoh dengan iming-iming uang jajan hanya Rp 2.000, mengajak korban
melakukan aktivitas seks menyimpang di rumah pelaku. Upaya yang dilakukan
Satreskrim Polres Aceh Utara, untuk menanggulangi secara pre-emtif, preventif
dan represif dengan aktif mengadakan sosialisasi, penyuluhan ke sekolah-sekolah,
dan mengadili seadil-adilnya pelaku tindak pidana pencabulan.
Diharapkan kepada Satreskrim Polres Aceh Utara lebih aktif dan maksimal
dalam melakukan upaya penanggulangan secara pre-emtif, preventif dan represif.
Diharapkan kepada masyarakat agar peduli dengan sosialisasi dan penyuluhan
yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Diharapkan dapat melakukan koordinasi
dengan komisi perlindungan anak Indonesia agar dapat mengetahui kasus-kasus
terhadap anak khususnya dalam kasus tindak pidana pencabulan yang lebih
spesifik, serta mewujudkan perlindungan hukum terhadap korban dengan
memberikan pendampingan psikiater untuk menjaga kejiwaan dari rasa trauma
akibat tindak pidana pencabulan tersebut.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN TINDAK PIDANA PENCABULAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLISI RESORT SABANG) (ALMA ARDILA, 2021)
TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR PIDIE (T.IKHSAN AZHARI, 2020)
TINJAUAN KRIMINOLOGIS TINDAK PIDANA PENCABULAN YANG DILAKUKAN AYAH KANDUNG TERHADAP ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLSEK MESJID RAYA) (ANDRE WARDANA PUTRA, 2020)
PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK (SUATU PENELLITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI STABAT) (SUKMA FACHRUNISA, 2020)
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG MENJADI KORBAN TINDAK PIDANA PENCABULAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SIGLI) (OCTHANIA MADILLA, 2020)