KUALITAS HIDUP BERDASARKAN SHORT FORM-36RNPADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KUALITAS HIDUP BERDASARKAN SHORT FORM-36RNPADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS


Pengarang

shinta amelia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0807101050026

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.61

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Di negara berkembang, morbiditas dan mortalitas pasien dengan end stage renal disease masih tinggi, dengan angka mortalitas sekitar 22%. CAPD merupakan salah satu bentuk dari dialisis yang menjadi salah satu modalitas terapi yang paling utama untuk stadium akhir penyakit ginjal. Penilaian kualitas hidup sangat penting untuk mengukur efektivitas terapi dan keadekuatan dialisis. Salah satu instrument yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas hidup pasien PGK yang menjalani terapi CAPD adalah kuisioner Short Form-36. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas hidup berdasarkan SF-36 pada penderita PGK yang menjalani terapi CAPD. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien PGK yang menjalani terapi CAPD di RSUDZA Banda Aceh yang berjumlah 22 orang dengan metode pengambilan sampel secara total sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner SF-36 yang ditanyakan langsung kepada pasien. Berdasarkan hasil penelitian, penderita PGK yang menjalani terapi CAPD terbanyak pada usia 40-59 tahun yaitu sebanyak 12 orang (54,55%) dengan proporsi antara laki-laki dan perempuan sebanding. Penyebab pasien PGK yang menjalani terapi CAPD terbanyak disebabkan oleh penyakit diabetes mellitus. Kualitas hidup pasien yang baik sebanyak 19 orang (86,36%) dan kualitas hidup pasien yang buruk sebanyak 3 orang (13,64%). Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa kualitas hidup penderita PGK yang menjalani terapi CAPD adalah baik, namun nilai yang diperoleh untuk kategori kesehatan pasien secara umum tetap kurang baik. Diharapkan kepada pihak keluarga dan perawat yang menangani pasien CAPD untuk lebih memotivasi pasien dalam menjalani hidupnya agar tercapai kualitas hidup yang lebih baik.


Kata Kunci : kualitas hidup, CAPD, PGK

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK