PERSEPSI PEDAGANG ATAS PENOLAKAN UANG LOGAM SEBAGAI ALAT TUKAR DI KABUPATEN SIMEULUE (STUDI DI PAJAK INPRES KABUPATEN SIMEULUE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERSEPSI PEDAGANG ATAS PENOLAKAN UANG LOGAM SEBAGAI ALAT TUKAR DI KABUPATEN SIMEULUE (STUDI DI PAJAK INPRES KABUPATEN SIMEULUE)


Pengarang

TEGUH PUTRA LAHANTA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1406101030030

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Ekonomi (S1) / PDDIKTI : 87203

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Lahanta, Teguh Putra. 2019. Persepsi Pedagang Atas Penolakan Uang Logam Sebagai Alat Tukar di Kabupaten Simeulue (Studi di Pajak Inpres Kabupaten Simeulue. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:
(1) Zulfadhli, S.Pd., M.Pd., M.Si. (2) Dr. Ismail, S.Pd., M.Si.

Kata Kunci: Penolakan Uang Logam

Penelitian ini berjudul “Persepsi Pedagang Atas Penolakan Uang Logam Sebagai Alat Tukar di Kabupaten Simeulue (Studi di Pajak Inpres Kabupaten Simeulue)”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi pedagang atas penolakan uang logam sebagai alat tukar di Kabupaten Simeulue. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Pajak Inpres Kabupaten Simeulue yang merupakan pasar tradisional terbesar dan terlengkap yang ada di Kabupaten Simeulue. Responden dalam penelitian ini berjumlah 15 orang yang terdiri dari 10 pedagang dan ditambah dengan 5 masyarakat umum. Data penelitian bersumber dari wawancara. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan penelitian lapangan di Pajak Inpres Kabupaten Simeulue. Mayarakat sudah tidak pernah lagi menggukan uang logam sebagai alat tukar. Mereka tidak setuju dengan adanya penolakan uang logam sebagai alat tukar di Kabupaten Simeulue. Penyebab dari penolakan uang logam di Kabupaten Simeulue disebabkan oleh tingginya harga barang dagang yang ada di Kabupaten Simeulue, informasi penolakan uang logam sebagai alat tukar yang terus berkembang di masyarakat. Pelayanan yang kurang baik oleh pihak bank dan minimnya bank yang ada di Kabupaten Simeulue, pihak pedagang yang menolak uang logam sebagai alat tukar. para pedagang dan masyarkat menolak uang logam sebab pedagang dan masyarakat lainnya juga menolak uang logam tersebut sebagai alat tukar. penolakan uang logam sebagai alat tukar tidak berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan. Mereka tidak tahu dengan adanya pidana bagi orang yang menolak atau tidak menerima uang logam. Selama penolakan uang logam sebagai alat tukar di Kabupaten Simeulue, belum ada kebijakan seerius dari pemerintah atau lembaga terkait lainnya untuk mengatasi penolakan uang logam sebagai alat tukar di Kabupaten Simeulue. Dapat simpulkan bahwa, penolakan uang logam sebagai alat tukar di Kabupaten Simeulue ini tidak disetujui oleh semua responden, namun terus akan terjadi bila salah satu pihak dari pedagang atau masyarakat masih menolak uang logam tersebut. Jadi, harus adanya kesadaran dari semua pihak untuk mau menerima uang logam kembali sebagai alat tukar di Kabupaten Simeulue dengan ketegasan hukum untuk menyadarkan masyarakat Kabupaten Simeulue untuk mau menerima kembali uang logam sebagai alat tukar.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK