PERANCANGAN DETEKTOR KERUSAKAN BEARING PADA RODA SEPEDA MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERANCANGAN DETEKTOR KERUSAKAN BEARING PADA RODA SEPEDA MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER


Pengarang

Muhammad Iqbal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204105010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Elektro (S1) / PDDIKTI : 20201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keselamatan pengendara merupakan hal yang paling utama dalam berkendara.
Untuk mencengah terjadinya kecelakaan, biasanya pengendara akan melakukan
pengecekan rutin pada kendaraannya, termasuk pemerikasaan bearing pada roda.
Pemeriksaan bearing roda kendaraan akan membutuhkan waktu yang cukup lama
hanya sekedar mengeceknya saja. Proses pelepasan roda kendaraan merupakan hal
yang tidak efesien. Maka dari itu dibutuhkan suatu alat yang dapat mendeteksi
kerusakan bearing roda kendaraan tanpa harus melepaskan roda. Pada penelitian
ini, dirancang suatu alat yang mampu mendeteksi kerusakan pada bearing, baik itu
kerusakan yang sedang, maupun kerusakan yang parah. Alat pendeteksi ini
menggunakan sensor APDS 9930, sensor getar piezoelektrik dan sensor kecepatan.
Alat ini akan mendeteksi kerusakan bearing berdasarkan getaran dan jarak disk
brake. Detektor ini juga mampu memberi peringatan kepada pengguna sepeda
motor pada saat bearing dalam kodisi rusak parah sehingga tidak melebihi batas
kecepatan tertentu. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, saat kecepatan diatas 40
km/jam, pada kondisi bearing rusak, maka getaran yang terjadi akan meningkat.
Sedangkan pada kondisi bearing normal, tidak terjadi perubahan getaran yang
signifikan. Berdasarkan kondisi ini, dapat dibedakan antara bearing yang normal,
rusak, dan rusak parah. Pada bearing yang normal, perubahan jarak disk brake yang
terjadi sedikit, yaitu sebesar 4 mm. Sedangkan pada bearing rusak, terjadi
perubahan jarak disk brake yang besar, yaitu sebesar 10 mm. Dan pada bearing
yang rusak parah, terjadi perubahan jarak disk brake yang cukup besar, yaitu
sebesar 20 mm.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK