<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6198">
 <titleInfo>
  <title>PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DENGAN MENGGUNAKANRNGERUSAN DAUN KEDONDONG (SPONDIAS DULCIS FORST.)RNPADA KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Annie Yuni Situmeang, S.KH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyembuahan Luka Bakar Dengan Menggunakan&#13;
Gerusan Daun Kedondong (Spondias dulcis Forst.)&#13;
Pada Kulit Mencit (Mus musculus)&#13;
ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan mengetahui penyembuhan luka bakar dengan menggunakan gerusan&#13;
daun kedondong (Spondias dulcis Forst.) pada kulit mencit (Mus musculus). Penelitian ini dilakukan&#13;
dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hewan coba yang digunakan pada penelitian ini&#13;
adalah 12 ekor mencit jantan galur Balb C, dengan umur sekitar 2,4-4 bulan dan berat badan sekitar&#13;
2,5-40 gram. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan dengan 3 kali ulangan, masing-masing&#13;
perlakuan tediri dari kelompok 1 (KI) sebagai kelompok kontrol dengan pemberian plasebo&#13;
akuabides, kelompok 2 (KII) sebagai kelompok perlakuan dengan pemberian gerusan daun&#13;
kedondong, kelompok 3 (KIII) sebagai kelompok perlakuan dengan pemberian santan dan kelompok 4&#13;
(KIV) sebagai kelompok perlakuan dengan pemberian gerusan daun kedondong ditambah santan.&#13;
Semua mencit dilukai pada bagian abdomennya, dengan cara menempelkan solder yang terhubung&#13;
dengan logam berdiameter 1,5 cm selama 5 detik untuk tiap ekor mencit secara bergantian sampai&#13;
terbentuk luka bakar derajat IIB, kemudian didinginkan dan diulangi pada kelompok lainnya. Setiap&#13;
hari luka diberi perawatan pada pagi dan sore hari sesuai dengan kelompok perlakuan sampai diameter&#13;
luka mendekati 0 cm. Analisis statistik menunjukkan bahwa penyembuhan luka bakar dengan&#13;
menggunakan gerusan daun kedondong berpengaruh sangat nyata (P</note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BURNS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>617.11</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>6198</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-05-21 20:11:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-30 11:29:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>