KAJIAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA PT SOLUSI BANGUN ANDALAS SITE QUARRY 2 (SILTSTONE) KECAMATAN LHOKNGA, KABUPATEN ACEH BESAR, ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KAJIAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA PT SOLUSI BANGUN ANDALAS SITE QUARRY 2 (SILTSTONE) KECAMATAN LHOKNGA, KABUPATEN ACEH BESAR, ACEH


Pengarang

AHMAD SHAOQI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504108010051

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Pertambangan (S1) / PDDIKTI : 31201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Dalam mengantisipasi kemungkinan masuknya air ke dalam lokasi penambangan, PT Solusi Bangun Andalas menerapkan metode mine dewatering dengan jenis sistem paritan. Sistem ini bertumpu pada saluran terbuka dan kolam pengendap lumpur dalam mengelola air yang masuk. Pada lokasi penelitian, ditemukan bahwa dimensi saluran terbuka dan kolam pengendap lumpur yang tersedia belum memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sistem penyaliran yang diterapkan pada lokasi kuari batulanau PT Solusi Bangun Andalas. Data yang dikumpulkan berupa data curah hujan, peta topografi dan dimensi aktual saluran terbuka dan kolam pengendap lumpur. Dengan menggunakan metode Gumbel dan Mononobe, diperoleh total debit air tambang pada daerah tangkapan hujan adalah 0,21 m3/detik. Perhitungan dimensi terhadap 3 (tiga) saluran terbuka menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan terhadap dimensi masing-masing saluran tersebut. Selain itu, dibutuhkan pembuatan gorong-gorong dengan lebar sebesar 0,38 m dan tinggi muka air sebesar 0,19 m di sepanjang saluran yang melintasi jalan tambang. Berdasarkan pengolahan data kolam pengendapan lumpur diperoleh kecepatan pengendapan sebesar 0,0114 m/detik, waktu yang dibutuhkan partikel untuk mengendap ialah 5,85 menit dan waktu yang dibutuhkan partikel untuk keluar dari kolam pengendapan ialah 29215,7 menit. Panjang aktual kolam pengendap lumpur ialah 149 m, luas aktual sebesar 2.461 m2. Disarankan untuk melakukan pengerukan untuk menyamakan tingkat elevasi hingga kedalaman 4 m, sehingga diperoleh volume rencana sebesar 9.844 m3.

Kata kunci: sistem penyaliran tambang, saluran terbuka, kolam pengendap lumpur

ABSTRACT


In anticipating water flooding in the mining site, PT Solusi Bangun Andalas applies mine dewatering method with a simple channel system. The system relies on open channels and settling ponds to manage the entering water. At the research site, it was found that the open-channels and settling pond dimensions were not adequate. The purpose of this study is to study the drainage system applied at siltstone quarry of PT Solusi Bangun Andalas. The collected data includes rainfall data during, topography map and actual dimensions of both open channels and settling pond. With Gumbel and Mononobe methods, the total water discharge in the mine catchment area is 0.21 m3/sec. The dimensional calculation of 3 (three) open channels indicates that there is a need for improvements to the dimensions of each channel. In addition, a culvert box with a width of 0.38 m and a high-water mark of 0.19 m needs to be built along the channel that crosses the mining road. Based on the data processing on the settling pond, it was obtained that the sedimentation velocity of 0.0114 m/sec, the time required by particles to settle is 5.85 minutes and the time required for particles to exit the settling pond is 29.215.7 minutes. The actual length of the settling pond is 149 m, the actual area is 2.461 m2. It is advisable to do the dredging to equate the elevation level to a depth of 4 m, so that the proposed volume is 9.844 m3.

Keyword(s): mine dewatering, open channel, settling pond

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK