IDENTIFIKASI BATUAN BAWAH PERMUKAAN GUNUNG GEURUTEE, ACEH JAYA SEBAGAI KELAYAKAN PEMBANGUNAN TEROWONGAN DENGAN METODE SEISMIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKASI BATUAN BAWAH PERMUKAAN GUNUNG GEURUTEE, ACEH JAYA SEBAGAI KELAYAKAN PEMBANGUNAN TEROWONGAN DENGAN METODE SEISMIK


Pengarang

Ulfa Hariyanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304107010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Telah dilakukannya penelitian rencana pembuatan terowongan dikawasan Gunung Geurutee, Aceh Jaya untuk mengidentifikasi batuan bawah permukaan dan melakukan interpretasi data di kawasan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode seismik refraksi dengan menggunakan alat Seismograf PASI 16S24-P pada 3 lintasan. Pengukuran dilakukan pada 2 titik lokasi pengukuran dengan panjang lintasan pada bukaan terowongan masing-masing adalah line 1 sekitar 184 m, line 2 dan line 3 sekitar 230 m. 1 lintasan Gunung Geurutee bagian utara dan 2 lintasan pada Gunung Geurutee bagian selatan. Data yang diperoleh berupa waktu rambat gelombang bawah permukaan yang kemudian dianalisis menggunakan software ZondST2D untuk mendapatkan hasil tiba gelombang pertama dari sumber gelombang menuju geophone. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 lapisan pada tiap lintasan pengukuran. Kondisi struktur bawah permukaan kawasan Gunung Geurutee bagian Utara yaitu berupa tanah uruk pada lapisan pertama dengan kecepatan rambat gelombang seismik 0,5-1,5 km/s, batuan beku dengan keadaan lapuk kuat pada lapisan kedua dengan kecepatan >2,5-4,0 km/s dan batuan beku dengan lapuk kuat pada lapisan ketiga dengan kecepatan rambat gelombang seismik >4,5-6,5 km/s. Sedangkan pada kawasan Gunung Geurutee bagian Selatan didapatkan clay pada lapisan pertama dengan kecepatan rambat gelombang seismik 0,4-1,0 km/s, batuan beku dengan keadaan lapuk kuat pada lapisan kedua dengan kecepatan rambat gelombang seismik >1,6-2,0 km/s serta batuan beku massif pada lapisan ketiga dengan kecepatan rambat gelombang seismik >2,2 km/s. berdasrkan profil bawah permukaan yang diperoleh maka data tersebut dapat digunakan sebagai rujukan awal pembangunan terowongan.

Kata kunci: Seismik refraksi, terowongan, batuan bawah permukaan., Gunung Geurutee

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK