TINJAUAN TEKNIS KONDISI GEOMETRI JALAN ANGKUT DARI PIT ABC KE DISPOSAL BGG DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT PADA PT MANGGALA USAHA MANUNGGAL JOB SITE PT BANJARSARI PRIBUMI, DESA BANJARSARI, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

TINJAUAN TEKNIS KONDISI GEOMETRI JALAN ANGKUT DARI PIT ABC KE DISPOSAL BGG DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT PADA PT MANGGALA USAHA MANUNGGAL JOB SITE PT BANJARSARI PRIBUMI, DESA BANJARSARI, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN


Pengarang

NISA FARAZILLA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504108010054

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Pertambangan (S1) / PDDIKTI : 31201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PT Manggala Usaha Manunggal (PT MUM) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor pertambangan batubara. Pada bulan Februari 2019 PT MUM menetapkan target produktivitas alat angkut Caterpillar 777E sebesar 128 BCM/Jam, akan tetapi secara aktual produktivitas yang tercapai hanya berkisar dari 85,13 BCM/Jam hingga 92,77 BCM/Jam. Ketidaktercapaian ini disebabkan oleh kondisi cuaca serta geometri jalan angkut yang tidak mendukung, geometri jalan angkut dari Pit ABC ke disposal BGG masih belum memenuhi standar jalan angkut, dimana masih terdapat banyak segmen jalan yang sempit, tidak memiliki cross slope maupun superelevasi, serta tidak adanya drainase dan daya dukung material jalan yang rendah. Sehingga untuk meningkatkan produktivitas alat angkut maka diperlukannya perbaikan geometri jalan angkut dikarenakan jalan angkut memberikan konstribusi yang besar bagi kelancaran dalam operasi pengangkutan. Berdasarkan penelitian ini maka didapat lebar jalan lurus minimum 2 Lajur adalah 21,35 m dan pada tikungan adalah 24,88 m. Agar jalan angkut tidak tergenang maka diperlukan cross slope yang sesuai untuk lebar jalan 21,35 m yaitu sebesar 0,43 m. Serta dalam melewati tikungan agar alat angkut dapat bergerak bebas tanpa menurunkan kecepatan maka diperlukan superelevasi penuh dan peralihan sebesar 4%. Setelah dilakukannya simulasi perbaikan jalan maka terjadi peningkatan produktivitas sebesar 34% atau 131,95 BCM/Jam.

Kata Kunci: Geometri Jalan, Produktivitas, Pengangkutan, Daya Dukung Material

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK