<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="61746">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI SISTEM KOMUNIKASI GELOMBANG MIKRO PADA LINTASAN MATA IE-LHOONG ACEH BESAR MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PATHLOSS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bryan Yunadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sistem komunikasi terestrial yang menggunakan gelombang mikro memberikan fleksibilitas dan kapasitas transmisi dan menjadi alternatif dalam penyaluran informasi antar statiun secara point-to-point. Namun, propagasi gelombang mikro mempersyaratkan komunikasi point to point dalam kondisi Line of Sight (LOS). Untuk mengatasi hambatan topografi seperti gunung dan perbukitan, maka perencanaan harus diobservasi secara menyeluruh sehingga sistem transmisi yang didesain sesuai spesifikasi yang digunakan dapat menghasilkan kualitas terima yang baik. Kendala ini menjadi tantangan dan dalam penelitian ini dilakukan observasi pada lintasan Mata Ie-Lhong yang memiliki topografi yang terdiri dari bukit dan gunung dan didapati adanya empat menara komunikasi (tower) yang tersedia pada kawasan yang dievaluasi. Pada penelitian ini, dilakukan kajian link budget dengan pendekatan analitis serta menggunakan perangkat lunak Pathloss. Berdasarkan kajian rute, diperoleh desain jalur komunikasi sebanyak tiga hop: Mate Ie-Hillside, Hillside-Lhoknga, Lhoknga-Lhoong. Hasil perhitungan link budget dengan cara analitis dan software pathloss memungkinkan komunikasi antar hop bekerja dengan baik. Nilai yang diperoleh dengan cara analitis dan software pathloss memiliki korelasi yang berdekatan dengan galat perhitungan rata-rata sebesar 0,007300837 %. Hasil keseluruhan perhitungan menunjukkan bahwa ketiga hop ini layak untuk digunakan untuk komunikasi terestrial.&#13;
&#13;
Kata kunci: Link Budget, topografis, propagasi, point-to-point, Pathloss&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>61746</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-28 14:55:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-28 15:13:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>