PERANCANGAN TEMPAT TIDUR BERBAHAN ROTAN KOMBINASI BAMBU DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING (STUDI KASUS CV KARYA TRIENG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERANCANGAN TEMPAT TIDUR BERBAHAN ROTAN KOMBINASI BAMBU DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING (STUDI KASUS CV KARYA TRIENG)


Pengarang

Maulida - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304106010040

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PERANCANGAN TEMPAT TIDUR BERBAHAN ROTAN KOMBINASI BAMBU DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING
(Studi Kasus CV Karya Trieng)

ABSTRAK

Desain produk merupakan hal yang sangat penting dalam bidang manufaktur. Desain produk yang baik akan dapat meningkatkan jumlah dan harga jual dari produk. Rotan merupakan bahan baku alami yang memiliki bentuk yang khas dan unik dari segi pembuatannya dengan anyaman, kelenturan, dan konstruksi dimana keseluruhannya menjadi elemen estetis. Rotan merupakan salah satu sumber hayati Indonesia yang digunakan sebagai material tempat tidur. Pada penelitian ini betujuan untuk merancang tempat tidur rotan yang ada di CV. Karya Trieng dengan menggunakan metode Kansei Engineering pada pengukuran antropometri agar dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna tempat tidur rotan. Dari hasil penyebaran kuesioner secara purposive sampling pada 30 responden masyarakat Kota Banda Aceh yang menggunakan tempat tidur berbahan rotan, diketahui beberapa dimensi tempat tidur yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan kesehatan dan kenyamanan pengguna yaitu : pada dimensi tinggi badan berdiri, tinggi kaki posisi berdiri, tinggi kaki posisi duduk, tinggi bahu posisi berdiri dan tinggi bahu posisi duduk. Kemudian untuk mendapatkan tempat tidur rotan yang sesuai dengan antropometri tubuh dan prinsip keergonomisan maka dilakukan perancangan tempat tidur berdasarkan pengukuran data antropometri pada 30 sampel yaitu : tinggi badan berdiri = 175 cm, tinggi kaki posisi berdiri = 50 cm, tinggi kaki posisi duduk = 30 cm, tinggi bahu posisi berdiri = 46 cm, tinggi bahu posisi duduk = 52 cm. Namun setiap dimensi yang didapatkan akan berbeda dengan yang lainnya. Data yang beda tersebut kemudian akan dilakukannya pengujian antropometri. Hasil yang didapatkan dari perancangan tempat tidur rotan dan bambu ialah perancangan tempat tidur rotan berdasarkan dimensi tubuh pengguna. Diharapkan dari hasil rancangan tempat tidur rotan dapat meningkatkan kenyamanan bagi pengguna tempat tidur berbahan rotan dan bambu.

Kata Kunci: Tempat Tidur Rotan, Ergonomi, Antropometri, Persentil, Kansei Engineering.





Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK