PERBANDINGAN HASIL LAJU KOROSI BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN METODE KEHILANGAN BERAT SECARA KONTINU DAN DISKONTINU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERBANDINGAN HASIL LAJU KOROSI BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN METODE KEHILANGAN BERAT SECARA KONTINU DAN DISKONTINU


Pengarang

VEGA ZUHDI ISKANDAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504102010070

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi metode kontinu dan diskontinu material baja kontruksi yang sering dipakai masyarakat, yaitu plat baja karbon yang ada di toko-toko bangunan pada umumnya. Spesimen yang digunakan adalah baja plat yang dipotong dengan ukuran panjang 80 mm, lebar 23 mm dan ketebalan 3,6 mm. Tata cara penelitian juga mengikuti ASTM G 31-72, peralatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu, wadah media rendaman larutan NaCl, sikat untuk membersihkan spesimen dan timbangan digital Ohaus. Untuk pengambilan data terdiri dari dua metode, yaitu metode kontinyu dan metode diskontinu. Metode kontinyu ialah metode pengambilan data setiap 10 hari yang dimana semua spesimen ditimbang kehilangan beratnya kemudian semua spesimen tersebut direndam kembali sehingga terjadi produk korosi yang baru. Sedangkan, metode diskontinu ialah metode pengambilan data setiap 10 hari yang dimana menimbang setiap spesimen dengan jadwal pengambilan yang ditentukan pada setiap wadah. Kemudian, spesimen yang sudah ditimbang tidak dimasukkan lagi ke dalam wadahnya. Lamanya penelitian yang dilakukan ialah 50 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada metode diskontinu memiliki rata-rata laju korosi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode kontinyu, yaitu sebesar 282,62 ?m/y. Sedangkan rata-rata laju korosi terendah terdapat pada metode kontinyu, yaitu sebesar 230,238 ?m/y. Hal ini disebabkan karena proses pengambilan data metode diskontinu yang membuat beberapa spesimen terendam selama 20, 30, 40 dan 50 hari. Sehingga produk korosi menumpuk lebih banyak dibandingkan metode kontinyu.

Kata kunci : korosi, larutan NaCl, metode kontinu, metode diskontinu.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK