<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="61552">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA DATA CUTTING SUMUR BOR DAN DATA RESISTIVITAS UNTUK MENENTUKAN JENIS LITOLOGI DI GAMPONG COT GEUNDREUT, BLANG BINTANG, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sakinah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian di Gampong Cot Geundreut, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa data cutting sumur bor dan data resistivitas geolistrik yang bertujuan untuk menentukan jenis litologi bawah permukaan daerah penelitian. Dilakukan penelitian menggunakan metode pengeboran dan metode geolistrik resistivitas yang kemudian dilakukan korelasi antara data yang diperoleh pada kedua metode tersebut saat pengukuran. Pengeboran dilakukan pada satu titik sumur bor hingga kedalaman 95 meter dengan diameter lubang 3 inchi. Data yang diperoleh pada metode pengeboran merupakan data cutting yang dihasilkan dari serpihan-serpihan batuan akibat tergerusnya batuan oleh mata bor pada saat pemboran berlangsung. Pada metode geolistrik resistivitas dilakukan pengukuran menggunakan alat  SuperSting dengan konfigurasi Wenner Schlumberger. Pengukuran geolistrik dilakukan pada dua lintasan yang dibentangkan secara cross over terhadap titik pengeboran. Panjang lintasan pertama yaitu 275 m dengan jarak antar elektroda 5 m dan lintasan kedua yaitu 165 m dengan jarak antar elektroda 3 m. Data yang diperoleh pada metode geolistrik merupakan nilai resistivitas semu yang dilakukan pengolahan data dengan menghasilkan model resistivitas bawah permukaan menggunakan Software Res2Dinv. Berdasarkan data cutting pengeboran diperoleh beberapa jenis batuan yang didominasi oleh 4 jenis litologi batuan yaitu batuan lempung, pasir, kerikil dan kerakal. Berdasarkan data resistivitas pada kedua lintasan tersebut, secara umum diperoleh hasil dengan nilai resistivitas rendah (2 – 8 ?m) yang diinterpretasikan sebagai lapisan lempung, dan nilai resistivitas sedang (8 -  20 ?m) yang diinterpretasikan sebagai batuan pasir. Korelasi antara data cutting  pengeboran dan data resistivitas geolistrik menunjukkan jenis litologi yang relatif sama pada daerah penelitian. &#13;
Kata Kunci: Metode Resistivitas, Data Cutting Pengeboran, Litologi Batuan.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>61552</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-26 15:33:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-26 16:38:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>