PERENCANAAN JARINGAN AIR MINUM UNTUK KAWASAN ZONA PRIORITAS BERDASARKAN RISPAM KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN JARINGAN AIR MINUM UNTUK KAWASAN ZONA PRIORITAS BERDASARKAN RISPAM KABUPATEN PIDIE


Pengarang

GERAL MIDYEN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404101010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak
Kabupaten Pidie telah membuat Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
(RISPAM) yang bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan program SPAM
Kabupaten Pidie. Namun hingga saat ini kebutuhan air khususnya pada zona-zona
yang diprioritaskan (Kota Sigli, Pidie, Indra jaya, dan Keumala) belum terpenuhi.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan melakukan pemodelan jaringan air minum
menggunakan software EPANET agar dapat memenuhi kebutuhan air di lokasi
tersebut. Lingkup penelitian ini meliputi proyeksi jumlah penduduk, kebutuhan air,
debit andalan, dan pemodelan jaringan perpipaan dengan tiga Instalasi Pengolahan
Air (IPA) yaitu Keumala, Jabal Ghafur, dan Garot. Proyeksi jumlah penduduk
direncanakan selama 20 tahun untuk mengetahui kebutuhan air di tiap layanan IPA.
Hasil penelitian proyeksi jumlah penduduk untuk Kecamatan Indra Jaya, Sigli,
Pidie masih dalam kategori kota kecil, sedangkan Kecamatan Keumala termasuk
kategori desa. Kebutuhan tertinggi ialah Kecamatan Pidie sebesar 163,38 liter/detik
dan kebutuhan terendah ialah Kecamatan Keumala sebesar 27,99 liter/detik. Debit
andalan DAS Krueng Baro yang terdiri dari subDAS Krueng Beungga pada IPA
Keumala, Krueng Tukah pada IPA Jabal Ghafur, dan Krueng Meukie pada IPA
Garot. Diperlukan penambahan produksi IPA Jabal Ghafur sebesar 130 liter/detik,
IPA Garot sebesar 70 liter/detik, dan IPA Keumala sebesar 30 liter/detik.
Berdasarkan hasil pemodelan jaringan air minum diperlukan perubahan dimensi
pipa distribusi pada layanan IPA Keumala sebanyak 69 pipa, layanan IPA Garot
sebanyak 65 pipa, dan layanan IPA Jabal Ghafur sebanyak 36 pipa. Hasil
pemodelan memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dalam hal hidrolika aliran
untuk seluruh dari layanan.
Kata Kunci: EPANET, zona prioritas, jaringan pipa, water treatment plan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK