<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="61228">
 <titleInfo>
  <title>PENGELOLAAN DANA KAMPUNG BERBASIS TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE) DI KABUPATEN GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARMAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa memberikan &#13;
kesempatan yang besar untuk mengurus tata pemerintahannya sendiri serta &#13;
pelaksanaan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup &#13;
masyarakat desa. Namun dalam implementasinya  berbagai masalah  timbu karena &#13;
pengelolaan Dana Kampung  yang kurang baik di  berbagai daerah, misalnya: &#13;
pengalokasian atau pembelanjaan Dana Kampung  yang tidak tepat,  penyerapan &#13;
anggran yang tidak maksimal, dan pertanggungjawaban penggunaan anggran yang &#13;
tidak akurat serta beberapa hal lain yang mengakibatkan pemenuhan hak -hak &#13;
masyarakat masih ada yang terkesampingkan&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan  apakah  pengelolaan  Dana &#13;
Kampung  sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan asas  good &#13;
governance,  menjelaskan konsekuensi hukum terhadap pengelolaan Dana Kampung&#13;
yang tidak sesuai dengan  good  governance, dan  menjelaskan  hambatan atau kendala &#13;
dalam pengelolaan Dana Kampung di Kabupaten Gayo Lues.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode  yuridis empiris dan guna memperoleh &#13;
data sekunder dilakukan penelitian  kepustakaan dengan mempelajari peraturan &#13;
perundang-undangan, buku-buku teks, teori-teori yang berkaitan dengan  Dana &#13;
Kampung dan tata kelola pemerintahan yang baik. Sedangkan untuk memperoleh data &#13;
primer dilakukan penelitian lapangan dengan mewawancarai para responden dan &#13;
informan yang terkait.&#13;
Hasil penelitian  menunjukkan, bahwa pengelolaan Dana  Kampung  belum &#13;
berjalan  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan  asas  Good &#13;
Governance, dilihat dari  akuntabilitas, transparansi, partisipatif dan tidak tertib dalam &#13;
menjalankan administrasi.  Konsekuensi hukum dalam pengelolaan Dana Kampung, &#13;
Pemerintah menegaskan akan menindak tegas pemerintah  Kampung, yang  terbukti&#13;
melakukan penyelewengan berupa sanksi  pemecatan. Hambatan yang dihadapi dalam &#13;
pengelolaan Dana Kampung, Pemerintah  Kampung  hanya sebagian  yangberpendidikan SMA, dan bahkan ada yang SMP,  sehingga  Sumber Daya Manusia &#13;
yang terbatas dalam menjalankan administrasi.&#13;
Disarankan kepada pemerintah  Kampung  untuk mengelola keuangan &#13;
Kampung  sesuai dengan peraturan perundang-undangan  berdasarkan asas &#13;
transaparan, akuntabilitas, partisipatif,&#13;
2&#13;
serta dilakukan dengan tertib dan disiplin &#13;
anggaran.  Disarankan untuk  menghindari korupsi yang pertama adalah dengan cara &#13;
pengawasan dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), &#13;
Inspektoran, Kepolisian, Kejaksaan,  Urang Tue (Badan Permusyawaratan Kampung), &#13;
dan pengawasan dari masyarakat itu sendiri yang menerima langsung manfaat Dana &#13;
Kampung sehingga tidak terjadi penyelewengan.  Disarankan kepada  Pemerintah &#13;
Kabupaten Gayo Lues melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung&#13;
(DPMK)  agar  lebih banyak  memberikan  sosialiasi ataupun pelatihan  kepada &#13;
Pemerintah Kampung  dalam penguatan  sumber  daya manusia. Dan kepada &#13;
pendamping desa agar lebih aktif  mempasilitasi pemerintah  Kampung, sehingga &#13;
dapat mengatasi hambatan dalam pengelolaan keuangan Kampung.&#13;
Kata Kunci; Dana Kampung, Tata Kelola, Pemerintahan Yang Baik</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>61228</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-21 11:31:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-21 14:25:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>