PENENTUAN DISTRIBUSI KETEBALAN LAPISAN SEDIMEN MENGGUNAKAN MIKROTREMOR DENGAN METODE QUASI TRANSFER SPECTRAL (QTS) DI KAWASAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENENTUAN DISTRIBUSI KETEBALAN LAPISAN SEDIMEN MENGGUNAKAN MIKROTREMOR DENGAN METODE QUASI TRANSFER SPECTRAL (QTS) DI KAWASAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA


Pengarang

Yona Istifarna Pasi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504107010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Aceh merupakan salah satu daerah yang dilalui oleh dua lempeng aktif yaitu Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Kondisi itu menjadi penyebab sering terjadi bencana alam khususnya gempa bumi di Aceh. Pada tanggal 7 Desember 2016, terjadi gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya dengan kekuatan 6,5 Mw dan pada kedalaman 15 km. Kerusakan struktur bangunan akibat gempa bumi dipengaruhi oleh kondisi geologi dan kondisi tanah daerah tersebut. Daerah dengan lapisan sedimen yang tebal dapat memperkuat guncangan pada saat gempa bumi terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ketebalan lapisan kawasan Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya berdasarkan nilai frekuensi dominan (f?) dan nilai amplifikasi (A) menggunakan mikrotremor dengan metode Quasi Transfer Spectral (QTS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Kecamatan Meureudu memiliki nilai frekuensi dominan 0,5-14 Hz dan nilai amplifikasi 0,6-5 kali. Nilai frekuensi dominan 0,5 sampai 4,5 Hz berada di daerah yang dekat dengan pantai dan nilai frekuensi dominan 10 sampai 14 Hz berada di daerah yang jauh dari pantai. Sedangkan nilai amplifikasi 0,6 sampai 1,8 berada di daerah yang jauh dari pantai dan nilai amplifikasi 3 sampai 4 berada di daerah yang dekat dengan pantai. Sehingga dapat dikatakan bahwa daerah yang dekat dengan pantai memiliki potensi kerusakan struktur bangunan yang lebih parah dibanding daerah yang jauh dari pantai apabila gempa bumi yang besar terjadi.

Kata Kunci : Gempa bumi, mikrotremor, Quasi Transfer Spectral (QTS), frekuensi dominan, amplifikasi











ABSTRACT

Aceh is located between two active plates namely the Indo-Australian Plate and the Eurasian Plate. This is the reason why earthquake frequently happen in Aceh. An earthquake occurred in Pidie Jaya Regency with strength of 6.5 Mw and at depth of 15 km on December 7, 2016. Damage to building structures is influenced by geological conditions and soil conditions. Areas with thick sedimentary layers can strengthen shocks during earthquake. This study aims to determine the distribution thickness of the Meureudu district of Pidie Jaya district based on the value of the dominant frequency (f?) and the amplification value (A) using a microtremor with the Quasi Transfer Spectral (QTS) method. The results showed the fact that the Meureudu District area has a dominant frequency value of 0.5-14 Hz and an amplification value of 0.6-5 times. A dominant frequency value of 0.5 to 4.5 Hz is in an area close to the coast and a dominant frequency value of 10 to 14 Hz is in an area far from the coast. While the amplification value of 0.6 to 1.8 is in an area far from the coast and the amplification value of 3 to 4 is in an area close to the coast. In conclusion, the area close the coast has the potential for damage to building structures which is more severe than areas far from the coast if an a large earthquake occured.


Keywords: Earthquake, microtremor, Quasi Transfer Spectral (QTS), dominant frequency, amplification

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK