ANALISIS DAMPAK STRAY CURRENT TERHADAP TULANGAN BETON YANG TIDAK TERPROTEKSI SACRIFICIAL ANODE CATHODIC PROTECTION (SACP). | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS DAMPAK STRAY CURRENT TERHADAP TULANGAN BETON YANG TIDAK TERPROTEKSI SACRIFICIAL ANODE CATHODIC PROTECTION (SACP).


Pengarang

Ritzky Fachri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504102010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pada umumnya beton memberikan baja tulangan tingkat perlindungan yang tinggi terhadap korosi.
Alasan utama untuk hal ini adalah faktor semen yang merupakan konstituen dari beton dan
memberikan efek alkali sehingga dapat mencegah korosi pada baja tulangan, tetapi sampai saat ini
baja tulangan dalam beton masih dapat terkorosi apabila terpapar di lingkungan yang agresif. Oleh
karena itu, kegagalan dini bisa terjadi pada bangunan karena korosi yang terjadi pada baja
tulangan. Salah satu metode untuk mengendalikan korosi adalah sistem proteksi katodik dengan
anoda korban. Peneliti sebelumnya telah melakukan kajian tentang proteksi katodik dengan anoda
korban Zn. Namun, pengaruh dari stray current terhadap tulangan beton belum dilaporkan. Oleh
karena itu perlu diteliti lebih lanjut tentang fenomena stray current. Penelitian ini bertujuan
mempelajari dampak fenomena stray current terhadap struktur tulangan beton yang tidak
terproteksi oleh sistem proteksi katodik. Ada tiga jenis spesimen digunakan, spesimen anodakatoda

terhubung, anoda-katoda tidak terhubung, dan anoda-katoda terhubung pada tulangan
pertama. Dimensi spesimen memiliki panjang 100 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 10 cm. Pada
penelitian ini Profometer 5+ digunakan untuk menentukan letak baja tulangan pada beton.
Pengukuran potensial korosi dilakukan dalam dua minggu sekali dengan menggunakan alat HalfCell

Potential Meter dan mengacu pada ASTM C876. Semua spesimen mendapatkan perlakuan
perendaman terhadap media rendaman larutan NaCl 3,5% selama ±24 jam dan selanjutnya di
letakkan pada udara terbuka selama ± 24 jam, proses perlakuan ini disebut dengan wet-dry cycle.
Hasil pengukuran potensial korosi setelah 36 minggu wet-dry cycle menunjukkan bahwa spesimen
dengan anoda-katoda terhubung memiliki nilai potensial rata-rata -883,66 mV, sedangkan
spesimen anoda-katoda tidak terhubung memiliki nilai potensial rata-rata -505,44 mV. Spesimen
anoda-katoda terhubung pada tulangan pertama hanya terproteksi pada titik pengujian pertama, hal
ini karena katoda terhubung lansung ke anoda. Titik pengujian kedua pada spesimen ini masuk ke
dalam kriteria proteksi, namun titik pengujian kedua tidak terhubung ke anoda dan menyebabkan
terjadinya korosi stray current hingga tulangan ke sembilan. Hal ini mengakibatkan korosi yang
terjadi pada spesimen anoda-katoda terhubung pada tulangan pertama lebih tinggi dibandingkan
spesimen anoda-katoda tidak terhubung. Oleh karena itu, penggunaan sistem proteksi katodik
anoda korban yang terhubung lansung ke seluruh tulangan dapat memproteksi tulangan beton dari
korosi seperti yang diharapkan, serta dapat menghindari fenomena stray current pada tulangan
beton.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK