Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
UJI AKTIVITAS EKSTRAK KULITBATANG JALOH (SALIX TETRASPERMARNROXB)DAN DAUN SERNAI (WEDELIA BIFLORA) SEBAGAIRNANTI-TRYPANOSOMA PADA TIKUS PUTIHRN(RATTUS NOVERGICUS)
Pengarang
eliawardani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1009200120021
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
616.936 3
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Eliawardani. Uji Aktivitas Ekstrak Kulit Batang Jaloh (Salix tetrasperma
Roxb) dan Daun Sernai (Wedelia biflora) sebagai Anti-Trypanosoma pada Tikus
Putih (Rattus novergicus). YUDHA FAHRIMAL. RINIDAR
Trypanosoma evansi merupakan protozoa berflagella yang dapat
menyebabkan penyakit Trypanosomiasis atau Surra. Penyakit ini menyerang hewan
dengan morbiditas mencapai 50-70 juta hewan di seluruh dunia. Kerugian ekonomi
karena penyakit surra yaitu berupa hilangnya berat badan, anemia, infertilitas,
abortus, turunnya produksi dan kemampuan kerja serta kematian. Pengendalian
Trypanosoma evansi sangat bergantung pada kemoprofilaksis dan pengobatan yang
tepat. Pada berbagai negara obat tripanosidal yang sudah digunakan antara lain
suramin, diminazene, isomedium dan quinapyramine. Resistensi dan toksisitas obatobatan
yang digunakan dalam terapi trypanosomiasis telah banyak dilaporkan. Oleh
karena itu, pencarian obat-obat anti-trypanosoma perlu dilakukan untuk
mengantisipasi resistennya Trypanosoma terhadap semua jenis obat trypanosomatida
yang ada.
Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas anti-trypanosoma ekstrak kulit
batang jaloh dan daun sernai pada tikus putih yang diinfeksikan Trypanosoma evansi.
Parameter yang diteliti adalah persentase parasitemia, nilai hematokrit (PCV), dan
nilai hemoglobin (Hb) darah tikus putih (Rattus novergicus). Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) . Tikus putih jantan berumur 3 bulan
dengan berat badan 80-100 gram sebanyak 35 ekor, dibagi dalam 7 kelompok
perlakuan, setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok Kontrol Positif (+)
diinfeksikan 103 T. evansi tanpa pemberian ekstrak jaloh dan sernai, J1, J2, J3
diinfeksikan 103 T. evansi dan diberi ekstrak jaloh dengan dosis berturut-turut 30
mg/kg bb, 45 mg/kg, dosis 60 mg/kg bb; S1, S2, S3 diinfeksikan103 T. evansi dan
diberi ekstrak daun sernai dengan dosis berturut-turut 30 mg/kg bb; dosis 45 mg/kg
bb; dosis 60 mg/kg bb. Ekstrak secara oral dengan menggunakan sonde lambung
selama 3 hari berturut-turut, makan dan minum diberikan secara ad libitum.
Persentase parasitemia dianalisis dengan metode preparat ulas darah tipis, Nilai PCV
dengan metode mikrohematokrit, kadar Hb dengan metode Sianmethemoglobin.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit batang jaloh
dan daun sernai pada tikus yang terinfeksi T. evansi mempunyai aktifitas sebagai antitrypanosoma,
namun tidak terdapat perbedaan yang nyata antara ekstrak kulit batang
jaloh dan daun sernai.
Tidak Tersedia Deskripsi
GAMBARAN HISTOPATOLOGI LIMPA TIKUS PUTIH(RATTUS NOVERGICUS) YANG DIINFEKSI TRYPANOSOMA EVANSI SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK DAUNSERNAI (WEDELIA BIFLORA) (Deskurnia Liza, 2014)
GAMBARAN DARAH TIKUS YANG DIINFEKSIKAN TRYPANOSOMA EVANSI DAN DIBERI EKSTRAK RNDAUN SERNAI (WEDELIA BIFLORA) (DIANATUL HABIBAH HRP,SKH, 2014)
GAMBARAN MIKROSKOPIS USUS HALUS TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) SETELAH UJI AKTIVITAS ANALGESIK DAN PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN SERNAI (WEDELIA BIFLORA) (Feby Rahayu Setyaningsih, 2016)
GAMBARAN HISTOPATOLOGIS GINJAL TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) JANTAN YANG DIINFEKSIKAN TRYPANOSOMA EVANSI DAN DIBERI EKSTRAK DAUN SERNAI (WEDELIA BIFLORA) (rahmiwati, 2015)
EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL BATANG SERNAI (WEDELIA BIFLORA) PADA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB (WILDAN, 2018)