TINJAUAN DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL TERHADAP TANAH APURAN YANG DISTABILISASI MENGGUNAKAN KAPUR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

TINJAUAN DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL TERHADAP TANAH APURAN YANG DISTABILISASI MENGGUNAKAN KAPUR


Pengarang

Lisma Liza - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504101010038

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanah apuran adalah tanah yang tidak dapat langsung digunakan untuk konstruksi dikarenakan memiliki sifat yang dalam keadaan kering bersifat keras sedangkan dalam keadaan basah bersifat lunak dan lemah. Tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya antara lain adalah dengan cara stabilisasi kimiawi menggunakan bahan campuran. Sampel tanah yang distabilisasi berasal dari Desa Lam Glumpang, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan parameter tanah ? da c sebelum dan sesudah distabilisasi dengan kapur yang kemudian digunakan untuk menghitung daya dukung pondasi dangkal. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencampurkan tanah apuran dan kapur dengan variasi 2%, 4%, 6%, dan 8% dari berat kering tanah. Menurut sistem klasifikasi AASHTO tanah tersebut tergolong jenis tanah A-4 (8) yaitu tanah lanau sedang sampai buruk dengan grup indeks 8 dan menurut sistem klasifikasi USCS tergolong jenis tanah lanau anorganik dengan simbol ML yaitu tanah lanau dengan plastisitas rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh penambahan kapur terhadap batas-batas Atterberg, nilai kuat geser tanah, dan nilai daya dukung ultimit tanah. Daya dukung ultimit tanah metode Terzaghi terus mengalami peningkatan seiring penambahan kadar kapur yaitu dari 544,893 kN/m2 menjadi 1616,364 kN/m2. Daya dukung ultimit tanah metode Meyerhof mengalami peningkatan sampai pada pencampuran kapur 6% dan pada pencampuran kapur 8% nilai daya dukung tanah ultimit mengalami penurunan. Penambahan kapur yang memberikan pengaruh baik pada tanah apuran tersebut adalah pada persentase campuran 6%.



Kata kunci : stabilisasi, kapur, tanah apuran , kuat geser, daya dukung, pondasi dangkal.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK