<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60724">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEMIRINGAN JALAN ANGKUT TANAH PENUTUP TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA PIT C PT. MANGGALA USAHA MANUNGGAL JOBSITE PT. BANJARSARI PRIBUMI, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putra Rezeki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
PT. Manggala Usaha Manunggal merupakan  kontraktor  tambang  batubara  yang&#13;
menerapkan  sistem  tambang terbuka. Pengambilan batubara tidak terlepas dari &#13;
pengupasan tanah penutup (overburden),  untuk  pengupasan  overburden  perusahaan &#13;
mengalokasikan  budget fuel  sebesar 42,00  liter/jam. Namun pada kenyataannya &#13;
konsumsi  fuel  aktual  di lapangan  melebihi target  yang direncanakan. Berdasarkan &#13;
pengamatan di lapangan,  didapatkan bahwa semakin besar kemiringan jalan angkut &#13;
maka semakin besar pula konsumsi fuel alat angkut. Hal ini disebabkan karena batasan &#13;
kemampuan alat angkut untuk  menghasilkan  rimpull  dalam  mengatasi tahanan &#13;
kemiringan. Penelitian ini difokuskan pada pengaruh kemiringan jalan angkut terhadap &#13;
konsumsi  fuel  yang menyebabkan bertambahnya  pemakaian bahan bakar.  Demi&#13;
menghasilkan rimpull  yang besar, mesin harus bekerja pada gear rendah dengan limit &#13;
waktu  yang lama. Berdasarkan hasil penelitian  dari seluruh segmen jalan, kemiringan &#13;
jalan yang melewati standar terdapat padasegmen L47 -L34 sebesar 10%. Di segmen &#13;
ini konsumsi  fuel  unit Caterpillar 773E menghabiskan 44,40 liter/jam dengan produksi &#13;
overburden  203,28 bcm dan unit  Hitachi  EH1100-3 menghabiskan 49,82 liter/jam &#13;
dengan produksi overburden 202,62 bcm. Setelah dianalisa sesuai standar kemiringan &#13;
jalan  yang telah ditetapkan  oleh perusahaan  sebesar  8%. Konsumsi  fuel  unit  Caterpillar&#13;
773E turun menjadi 44,35 liter/jam dengan produksi overburden 220,00 bcm dan unit &#13;
Hitachi EH1100-3 turun menjadi  49,77 liter/jam dengan produksi overburden 222,42 &#13;
bcm.&#13;
Kata Kunci : Jalan Angkut, Kemiringan Jalan, Rimpull, Bahan Bakar.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>60724</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-07 09:34:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-07 10:23:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>