<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60690">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA SISTEM ANTRIAN NASABAH BANK MENGGUNAKAN SIMULASI KEJADIAN DISKRIT (STUDI KASUS BANK BRI KANCA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Denny Syahreza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Terjadinya antrian pada proses pelayanan dikarenakan kapasitas dari pelayanan tidak memadai besarnya jumlah pelanggan. Baris antrian sering terjadi pada perusahaan jasa, salah satunya pada bank yang kedatangannya tidak dapat diprediksi. Pada kasus ini dibahas mengenai sistem antrian pada bank X dengan menggunakan simulasi kejadian diskrit dimana perangkat lunak yang digunakan pada penelitian ini adalah ProModel. Analisis dilakukan dengan tujuan untuk  mengetahui bagaimana sistem antrian terhadap nasabah teller Bank X dengan menggunakan waktu kedatangan dan waktu pelayanan nasabah. Dengan mensimulasikan beberapa model antrian didapatkan hasil utilitas tertinggi tejadi pada model layout 2 teller yang dimana pada model yang ada saat ini mengakibatkan nasabah lama dalam menunggu proses pelayanan. Dipilih model layout 3 teller dikarenakan tingkat persentase bekerja terbagi rata pada setiap teller  yang mengakibatkan tingkat idle  pada teller kecil dan beban kerja pada teller terbagi rata.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>60690</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-06 16:16:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-07 11:24:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>