Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON NORMAL
Pengarang
ALFI SYAHRIN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1504001010167
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kemiri merupakan rempah-rempah yang sangat banyak digunakan untuk bumbu
masakan, digunakan sangat banyak tentunya akan menghasilkan limbah dari
cangkangnya yang cukup keras. Pemanfaatan limbah tentunya akan menghasilkan
sisi positif terhadap lingkungan dan pencemarannya. Pengaruh penggantian
agregat pada penelitian ini adalah untuk menguji mutu dan kualitas pada kekuatan
uji kuat tarik belah beton. Dengan memanfaatkan material yang bisa di jangkau
dari beberapa tempat yang berbeda khususnya Aceh menjadi alternatif untuk
dijadikan sebagai bahan pembentuk beton. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penggunaan cangkang kemiri sebagai agregat halus
terhadap kuat tarik belah beton. Faktor air semen (FAS) yang digunakan adalah
0,4. Benda uji yang digunakan adalah benda uji silinder yang berukuran 15 cm x
30 cm dan jumlah benda uji keseluruhan adalah 25 buah benda uji. Variasi
substitusi cangkang kemiri sebagai agregat halus untuk campuran beton adalah
10%, dan 20%. Pengujian kuat tarik belah dilakukan setelah beton berumur 7 dan
28 hari. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan beton normal
memiliki nilai kuat tarik belah lebih tinggi dari pada beton yang agregat halusnya
di substitusikan dengan cangkang kemiri, nilai kuat tarik belah pada beton variasi
cangkang kemiri 10% dengan nilai 3,16 MPa mengalami penurunan sebesar 7%
terhadap beton normal, dimana nilai beton normal adalah 3,41 MPa dan pada
variasi cangkang kemiri 20% dengan nilai 3,25 MPa juga mengalami penurunan
sebesar 4% dari beton normal pada umur pengujian 7 hari. Variasi cangkang
kemiri 10% dengan nilai 3,64 mengalami penurunan sebesar 5% terhadap beton
normal dengan nilai 3,84 MPa dan pada variasi cangkang kemiri 20% dengan nilai
3,36 mengalami penurunan sebesar 12% dari beton normal pada umur pengujian
28 hari. Pada hubungan kuat tekan dan kuat tarik belah di peroleh nilai koefesien
(k) diatas nilai cakupan yang dikemukakan Nilson dan Winter (1986 : 41) yaitu
0,5 – 0,67 dalam satuan MPa. Penggunaan cangkang kemiri sebagai pengganti
agregat halus tidak menghasilkan nilai kuat tarik belah lebih tinggi dari beton
normal, namun penggunaan cangkang kemiri sebagai pengganti agregat halus
masih dapat digunakan untuk campuran beton.
Kata kunci : beton, agregat halus, cangkang kemiri, kuat tarik belah.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON NORMAL (ADI IRAWAN, 2018)
PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT LENTUR BETON NORMAL. (NOVIA RAHMIKA, 2018)
PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL (YUSRAN HUDA, 2018)
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN PRECIOUS SLAG BALL (PS BALL) TERHADAP KUAT TARIK LENTUR DAN KUAT TARIK BELAH BETON NORMAL DENGAN PERSENTASE 30% DAN 50% BERDASARKAN VOLUME AGREGAT HALUS (Amrul Chalid, 2018)
PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT LENTUR BETON NORMAL (YUNI RIZNA, 2018)