PEMETAAN GEOLOGI DAN PENGUKURAN LAJU INFILTRASI PADA TATA GUNA LAHAN BERBEDA (STUDI KASUS: KUTA MALAKA DAN INDRAPURI, KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PEMETAAN GEOLOGI DAN PENGUKURAN LAJU INFILTRASI PADA TATA GUNA LAHAN BERBEDA (STUDI KASUS: KUTA MALAKA DAN INDRAPURI, KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

T.M. Noefran El Rafsan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404109010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geologi (S1) / PDDIKTI : 34201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Laju infiltrasi dapat menentukan pemanfaatan pada suatu tata guna lahan di suatu daerah sehingga menjadi lebih efektif. Minimnya data geologi dan data tata guna lahan pada lokasi penilitian menjadi target agar hasil penelitian dapat memberi rekomendasi bagi perencanaan tata guna lahan dalam konservasi untuk wilayah penelitian kedepannya. Pemetaan geologi di lakukan pada wilayah seluas 5x5 kilometer pada daerah kecamatan Kuta Malaka dan Indrapuri dan pengukuran infiltrasi dilakukan pada koordinat 5°25’14’’ N dan 95°24’26’’ E pada tata guna lahan hutan sekunder serta 5°25’27’’ N dan 95°24’31’’ E pada tata guna lahan semak belukar. Metode yang dilakukan yaitu dengan pemetaan di lapangan serta analisa sampel batuan dengan uji laboratorium dan uji laju infiltrasi menggunakan alat double ring infiltrometer. Pengukuran dilakukan pada 2 titik dengan durasi pengulangan percobaan selama 3 minggu, hasil yang diperoleh pada pengukuran laju infiltrasi pada tata guna lahan hutan yaitu 1,8 cm/jam (lambat-sedang) yang paling rendah dan 2,7 cm/jam (sedang) yang tertinggi, serta laju infiltrasi pada tata guna lahan semak belukar yaitu 0 cm/jam (sangat lambat) yang paling rendah dan 0,8 cm/jam (lambat-sedang) yang tertinggi. Hasil dari pengujian laboratorium yang telah dilakukan, didapatkan hasil pada tata guna lahan hutan diperoleh tekstur silt dengan nilai bulk density = 1,38 gr/cm3 , pada tata guna lahan semak belukar diperoleh tekstur clay, dan nilai bulk density = 1,405 gr/cm3. Pemetaan geologi menghasilkan 6 satuan litologi dan 3 satuan geomorfologi agar menjadi data terbaru sebagai referensi penelitian selanjutnya.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK