<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60556">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENCAMPURAN KAPUR TERHADAP NILAI TEGANGAN MAKSIMUM PADA TANAH APURAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD IKRAM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Tanah merupakan komponen yang sangat penting dalam teknik sipil, selain dapat dijadikan &#13;
bahan konstruksi, tanah  juga menjadi pendukung pondasi dari sebuah bangunan . Dalam &#13;
pekerjaan  sipil  sangat diperhitungkan kondisi tanah, jenis tanah,  dan  parameter tanah. Tanah &#13;
merupakan elemen terakhir yang menerima distribusi beban langsung dari konstruksi &#13;
diatasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kapur sebagai bahan stabilisasi tanah &#13;
apuran. Penelitian ini menggunakan  variasi campuran kapur  0%,  2%, 4%, 6% dan 8%, &#13;
kemudian dilakukan pengujian sifat fisis  yaitu  berat jenis, batas cair, batas plastis,  analisa &#13;
saringan  dan  mekanis tanah yaitu terdiri dari  uji  pemadatan dan uji kuat tekan bebas. Hasil &#13;
yang diperoleh untuk berat jenis sebesar  2,54, batas cair yaitu 39%, batas plastis yaitu 33%, &#13;
dan analisa  saringan lolos #200 sebesar 77,37%. Tanah  apuran  menurut klasifikasi AASHTO&#13;
termasuk golongan  A-4 (6)  yaitu tanah berlanau sedang sampai buruk  sedangkan menurut &#13;
klasifikasi USCS termasuk dalam golongan  ML yaitu  lanau tak organik dan pasir sangat &#13;
halus, serbuk batuan atau pasir halus berlanau dan berlempung. Pada pengujian pemadatan &#13;
didapatkan kadar air optimum pada tanah apuran penggunaan kapur persentase 0%  sebesar &#13;
23% dengan  ?&#13;
d &#13;
maks  1,520  gr/  ,  pada nilai OMC campuran  2% sebesar 22,9% dengan ?&#13;
d &#13;
maks  1,530 gr/  ,  OMC campuran 4% sebesar 22,1% dengan ?&#13;
d &#13;
maks  1,540 gr/  ,  OMC &#13;
campuran  6% yaitu sebesar 21,5% dengan ?&#13;
d &#13;
maks  1,510 gr/  , dan  nilai OMC campuran&#13;
8% sebesar 20,9% dengan ?d &#13;
maks 1,480 gr/  . Pada pengujian kuat tekan bebas didapatkan &#13;
nilai tegangan  maksimum  pada tanah apuran  yaitu 0,73  kg/cm&#13;
2&#13;
dengan  terus menurun hingga &#13;
campuran kapur 8% yaitu dengan nilai tegangan  maksimum  0,48  kg/cm2. Hasil dari &#13;
penelitian bahwa nilai  tegangan maksimum mengalami penurunan seiring bertambahnya &#13;
persentase kapur, hal ini disebabkan berkurangnya ikatan antar butiran.&#13;
Kata kunci: Stabilisasi tanah, tanah apuran, kapur, kuat tekan bebas.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>60556</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-02 20:12:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-06 14:23:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>