EVALUASI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM IPA GLEE DAGANG UNTUK JARINGAN AIR MINUM DI KECAMATAN MUARA BATU DAN KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EVALUASI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM IPA GLEE DAGANG UNTUK JARINGAN AIR MINUM DI KECAMATAN MUARA BATU DAN KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA


Pengarang

Rivaul Muzammil - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204101010058

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Ketersediaan air minum merupakan salah satu penentu peningkatan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu penyediaan sarana dan prasarana air minum menjadi salah satu kunci dalam pengembangan ekonomi wilayah. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang beroperasi pada tiap-tiap kecamatan belum berjalan dan bekerja dengan optimal. Dimana sistem ini diolah oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) Glee Dagang yang terletak di Kecamatan Sawang dengan sumber air dari Sungai Krueng Sawang, yang pada saat ini kapasitas intake yang tersedia 90 liter/detik namun hanya sekitar 40 liter/detik yang mengalir. Karena kurang optimal dalam pengambilan maka mengakibatkan kurangnya pendistribusian air minum di Kecamatan Muara Batu dan Kecamatan Dewantara yang mana bisa lebih dioptimalkan lagi. Tujuan studi pada wilayah Kecamatan Muara Batu dan Kecamatan Dewantara akan dilakukannya penelitian untuk mengevaluasi dan mengembangkan jaringan distribusi sistem penyediaan air minum baru dengan memperoleh diameter pipa, debit aliran, kecepatan aliran, dan tekanan aliran. Berdasarkan permasalahan ini data yang digunakan dalam studi ini berupa data pelanggan aktif, data penduduk di Kecamatan Muara Batu dan Kecamatan Dewantara, dan skema serta perhitungan jaringan eksisting untuk membantu mengkaji ulang jaringan distribusi lama dan mengetahui debit kebutuhan dari debit ketersediaan. Simulasi pengembangan jaringan baru berupa perpipaan ini digunakan software EPANET 2.0. Hasil yang didapatkan pada evaluasi dan studi ini adalah jumlah penduduk yang diproyeksikan sampai tahun 2035, dimana didapat jumlah penduduk di Kecamatan Muara Batu berjumlah 43.995 jiwa dan di Kecamatan Dewantara berjumlah 75.224 jiwa. Diameter pipa pada jaringan model simulasi di dua kecamatan adalah sebesar 75 mm sampai 500 mm dengan debit aliran terbesar di Kecamatan Muara Batu 47,62 l/d memiliki kecepatan aliran 0,87 m/s dan di Kecamatan Dewantara debit terbesar adalah 21,23 l/d dengan kecepatan aliran 0,61 m/s. Kemudian didapatkan pula tekanan aliran terbesar di Kecamatan Muara Batu adalah 95,92 m dan di Kecamatan Dewantara adalah sebesar 87,65 m. Maka kesimpulanya kebutuhan air minum telah dioptimalkan lebih dari 40 l/d serta kecepatan dan tekanan yang meningkat dan model simulasi ini sangat diharapkan sudah terjangkau dan bisa dimanfaatkan dengan sangat baik.


Kata kunci: evaluasi SPAM, jaringan distribusi, IPA Glee Dagang, EPANET 2.0




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK