EVALUASI KINERJA SEISMIK PADA TIPIKAL BANGUNAN SEKOLAH DI KOTA BANDA ACEH DENGAN PENGEMBANGAN KURVA KERAPUHAN BERBASIS INCREMENTAL DYNAMIC ANALYSIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EVALUASI KINERJA SEISMIK PADA TIPIKAL BANGUNAN SEKOLAH DI KOTA BANDA ACEH DENGAN PENGEMBANGAN KURVA KERAPUHAN BERBASIS INCREMENTAL DYNAMIC ANALYSIS


Pengarang

RIFQI IRVANSYAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504101010081

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Potensi terjadinya gempa yang cukup besar di Kota Banda Aceh, mengharuskan bangunan sekolah yang dibangun memiliki ketahanan yang baik terhadap risiko kegempaan. Salah satu upaya untuk melakukan evaluasi kinerja seismik pada struktur bangunan, yaitu dengan pengembangan kurva kerapuhan (fragility curve). Kurva kerapuhan dapat dibentuk dengan metode incremental dynamic analysis. Incremental dynamic analysis merupakan suatu metode analisis untuk mempelajari keseluruhan gempa dengan intensitas yang berbeda, yang diterapkan pada model struktur bangunan hingga mengalami keruntuhan. Kurva kerapuhan (fragility curve) memperlihatkan seberapa besar tingkat probabilitas kerusakan pada bangunan sekolah di Kota Banda Aceh. Penelitian ini dimulai dengan melakukan survei terhadap 100 sekolah untuk mendapatkan informasi bangunan sekolah dan SD Negeri 8 Banda Aceh dipilih untuk mewakili tipikal bangunan sekolah di Kota Banda Aceh. Analisis metode IDA menggunakan 11 rekaman gempa yang disesuaikan dengan target respon spektrum daerah Kecamatan Kutaraja. Pemodelan struktur bangunan sekolah dengan menggunakan software SAP2000. Hasil dari analisis ini didapatkan berbagai kurva IDA sesuai beban gempa yang dimasukkan. Setelah kurva IDA didapatkan, kemudian melakukan analisa kerapuhan seismik untuk membuat kurva kerapuhan bangunan. Kurva kerapuhan berupa fungsi probabilistik berdasarkan 11 kurva IDA dengan menggunakan tingkat kerusakan berdasarkan definisi dari HAZUS (slight, moderate, extensive, dan complete) dan batas kerusakan yang mengikuti penelitian dari Kim dan Shinozuka (2004). Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa deformasi struktur arah y lebih besar dari arah x. Sedangkan hasil analisis kurva kerapuhan menunjukan bahwa struktur bangunan yang diteliti memiliki probabilitas 100% kerusakan slight damage pada saat terjadi gempa dengan PGA sebesar 1,5 g, moderate damage pada PGA 2,3 g, extensive damage pada PGA 2,7 g dan complete damage pada saat terjadi gempa dengan PGA sebesar 4,2 g.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK