Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN HISTOLOGI OVARIUM SAPI ACEH PASCAVITRIFIKASI DENGAN KONSENTRASI BERBEDA MENGGUNAKAN DIMETYL SULFOKSIDA
Pengarang
Rahmat Aditya sumardi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1002101010102
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
636.2
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan mengetahui histologi ovarium sapi aceh pasca vitrifikasi setelah terlebih dahulu dipaparkan krioprotektan dimetyl sulfoksida (DMSO). Ovarium dikoleksi dari rumah potong hewan (RPH) sebanyak 4 buah, selanjutnya disayat menjadi 9 potongan. Jaringan ovarium tersebut selanjutnya dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan dengan masing-masing tiga ulangan. Kelompok pertama (P1) merupakan kelompok jaringan ovarium yang dipaparkan konsentrasi DMSO 10%, kelompok kedua (P2) dan ketiga (P3) masing-masing dipapar DMSO 20% dan 30%. Larutan vitrifikasi menggunakan DMSO dengan konsentrasi yang berbeda (10%, 20% dan 30%), phosphate buffered saline (PBS), 0,25M dan 0,5M sukrosa. Ovarium dipaparkan dengan larutan krioprotektan masing-masing selama 5 menit pada suhu kamar, dikemas dalam straw, lalu divitrifikasi dalam nitrogen cair (-196°C), dan thawing dalam air pada suhu 37°C. Pemeriksaan histologi dilakukan dengan menghitung jumlah folikel normal, lalu data dianalisis dengan analysis of varians pola one way (ANOVA). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan konsentrasi DMSO menurunkan jumlah rataan folikel utuh, rataan folikel tertinggi terdapat pada P1 yaitu 41,33±32,51; diikuti oleh P2 yaitu 20,00±16,09; dan P3 yaitu 15,66±10,50. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ovarium sapi aceh yang dibekukan dengan metode vitrifikasi menggunakan kriprotektan DMSO 10% mampu mempertahankan keutuhan morfologi folikel dibandingkan dengan DMSO 20% dan 30%, walaupun hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05) jumlah folikel utuh pada tingkatan konsentrasi DMSO.
Tidak Tersedia Deskripsi
GAMBARAN HISTOLOGI OVARIUM SAPI ACEH PASCKAFITRIVIKASI DENGAN KONSENTRASI BERBEDA MENGGUNAKAN DIMETIL SULFOKSIDA (Rahmat Aditya Sumardi, 2015)
STRUKTUR HISTOLOGI DAN HISTOMORFOMETRI OVARIUM SAPI ACEH (JUANDA, 2019)
PERSEPSI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA TERHADAP KESEJAHTERAAN HEWAN (ANIMAL WELFARE) PADA KUCING (Taufik Arrahman Siregar, 2018)
ANALISIS KONSENTRASI FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH) PADA CAIRAN FOLIKEL OVARIUM SAPI ACEH (Recyan Diah Zaura, 2018)
DISTRIBUSI RESEPTOR ESTROGEN ALPHA (ER-?) DAN RESEPTOR PROGESTERON A (PR-A) PADA OVARIUM SAPI ACEH REPEAT BREEDING DAN NON REPEAT BREEDING SECARA IMUNOHISTOKIMIA (AZZAHRATUL HUMAIRA, 2019)