<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6040">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOLOGI OVARIUM SAPI ACEH PASCAVITRIFIKASI DENGAN KONSENTRASI BERBEDA MENGGUNAKAN DIMETYL SULFOKSIDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmat Aditya sumardi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui histologi ovarium sapi aceh pasca vitrifikasi setelah terlebih dahulu dipaparkan krioprotektan dimetyl sulfoksida (DMSO). Ovarium dikoleksi dari rumah potong hewan (RPH) sebanyak 4 buah,  selanjutnya disayat menjadi 9 potongan. Jaringan ovarium tersebut selanjutnya dibagi  menjadi 3 kelompok perlakuan dengan masing-masing tiga ulangan. Kelompok pertama (P1) merupakan kelompok jaringan ovarium yang dipaparkan konsentrasi DMSO 10%, kelompok kedua (P2) dan ketiga (P3) masing-masing dipapar DMSO 20% dan 30%.  Larutan vitrifikasi menggunakan DMSO dengan konsentrasi yang berbeda  (10%, 20% dan 30%),  phosphate buffered saline (PBS), 0,25M dan 0,5M sukrosa. Ovarium dipaparkan dengan larutan krioprotektan masing-masing selama 5 menit pada suhu kamar, dikemas dalam straw, lalu divitrifikasi dalam nitrogen cair (-196°C), dan thawing dalam air  pada suhu 37°C. Pemeriksaan histologi dilakukan dengan menghitung jumlah folikel normal, lalu data dianalisis dengan analysis of varians pola one way (ANOVA). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan konsentrasi DMSO menurunkan jumlah rataan folikel utuh, rataan folikel tertinggi terdapat pada P1 yaitu 41,33±32,51; diikuti oleh P2 yaitu 20,00±16,09; dan P3 yaitu  15,66±10,50. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ovarium sapi aceh yang dibekukan dengan metode vitrifikasi menggunakan kriprotektan DMSO 10% mampu mempertahankan keutuhan morfologi folikel dibandingkan dengan DMSO 20% dan 30%, walaupun hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata (P&gt;0,05)  jumlah folikel utuh pada tingkatan konsentrasi DMSO.</note>
 <subject authority="">
  <topic>VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COW- ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>6040</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-05-09 15:22:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-14 16:24:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>