<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6024">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BATANG JALOH TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS GINJAL TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) YANG DIINFEKSI TRYPANOSOMA EVANSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>nurdiniyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit batang jaloh dalam mencegah atau memperbaiki kerusakan ginjal tikus putih (Rattus novergicus) akibat infeksi T. evansi secara mikroskopis. Penelitian ini digunakan ginjal dari 25 ekor tikus dibagi secara acak dalam 5 kelompok perlakuan masing-masing 5 ekor. Perlakuan kontrol (K0) tanpa infeksi T.evansi dan ekstrak kulit batang jaloh. Perlakuan 1 (P1) diberi T. evansi 103/0,3 ml tanpa ekstrak kulit batang jaloh, perlakuan 2 (P2) diberi T. evansi 103/0,3 ml, dan ekstrak kulit batang jaloh dosis 30 mg/kg bb, Perlakuan 3 (P3) diberi T. evansi 103/0,3 ml dan ekstrak kulit batang jaloh dosis 45 mg/kg bb, perlakuan 4 (P4) diberi T. evansi 103/0,3 ml dan ekstrak kulit batang jaloh dosis 60 mg/kg bb. Ekstrak diberikan secara oral selama 3 hari berturut-turut. Pada hari ke-4 semua tikus dieutanasia dengan menggunakan kloroform dan diambil organ ginjal untuk pemeriksaan mikroskopis. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif. Hasil dari pemberian ekstrak kulit batang jaloh dengan dosis 30 mg/kg bb dan 45 mg/kg bb dapat mencegah kerusakan sel-sel tubulus dan glomerulus ginjal. Sedangkan pemberian dosis 60 mg/kg bb menyebabkan kerusakan ginjal dengan gambaran sel-sel tubulus, glomerulus mengalami nekrosis, dan glomerulus membengkak. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit batang jaloh pada dosis 30 mg/kg bb dan 45 mg/kg bb merupakan dosis yang memiliki efektifitas yang lebih baik dalam mencegah kerusakan struktur jaringan ginjal.&#13;
&#13;
	&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANIMAL DISEASES - VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>6024</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-05-08 21:10:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-13 16:22:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>