Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGARUH CAIRAN PENDINGIN TERHADAP KEAUSAN MATA PAHAT INSERT KARBIDA PADA PROSES FACE MILLING
Pengarang
ARYA RUDI NASUTION - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1509200130008
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
621.8
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Abstrak
Pemesinan pada logam merupakan salah satu proses pembentukan logam yang umum digunakan dalam bidang engineering manufaktur. Diperkirakan sekitar 60% sampai dengan 80% dari seluruh proses pembuatan komponen mesin dilakukan dengan proses pemesinan. Proses pemesinan logam tidak dapat dipisahkan terhadap penggunaan mata pahat. Mesin freis salah satu mesin perkakas yang mampu melakukan banyak pengerjaan pemesinan dibandingkan dengan mesin perkakas lainnya, salah satu bagian yang paling dipengaruhi adalah mata pahat. Dalam proses pemesinan mata pahat akan mengalami keausan, keausan mata pahat dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain kedalaman potong, gaya potong dan coolant. Proses pemesinan tidak terlepas dengan cairan pendingin (coolant). Maka didalam penelitian ini akan digunakan tiga jenis cairan coolant yang dapat terurai dan tidak mengakibatkan dampak pada lingkungan, yaitu minyak kelapa sawit, minyak kelapa dan minyak kimia dromus. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk dapat mengetahui seberapa besar pengaruh cairan coolant terhadap keausan mata pahat insert karbida didalam proses milling, dengan variasi putaran spindle 360 – 490 (rpm), gerak makan (f) 60mm/menit, 70mm/menit dan 80mm/menit dan bertujuan untuk mengetahui jenis keausan yang terjadi pada proses pemesinan milling permukaan (face milling) dan mengetahui nilai kekasaran permukaan material benda kerja. Material kerja yang digunakan adalah gray cast iron. Metode pengukuran keausan mata pahat dengan cara mengamati luas area yang hilang dengan menggunakan mikroskop dan selanjutnya menjumlahkan nilai luas area yang hilang pada mata pahat. Sedangkan pengukuran kekasaran permukaan benda kerja menggunakan alat SURFTEST dan melihat hasil kekasaran rata – rata pada material benda kerja. Hasil penelitian keausan pada putaran rendah adalah minyak coolant dromus dengan kecepatan spindle 360 rpm sebesar 0,06 mm2. Sedangkan pada kecepatan spindle tinggi minyak coolant yang mampu mengurangi keausan menggunakan minyak coolant kelapa kecepatan spindle 490 rpm sebesar 0,04 mm2. Jenis keausan pahat yang terjadi pada pahat adalah jenis keausan tepi dan keausan kawah. Kekasaran yang terendah terjadi menggunakan minyak coolant dromus pada putaran 360 rpm mencapai Ra 0,6 µm dan pada putaran 490 rpm mencapai Ra 0,3 µm.
Kata kunci : insert karbida, coolant, keausan, kekasaran permukaan.
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI EXPERIRENTAL PENGARUH KEDALAMAN POTONG TERHADAP KEAUSAN TEPI PAHAT DAN KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERIA PADA PROSES BUBUT (Elfira, 2024)
PENGARUH KEDALAMAN POTONG TERHADAP KEAUSAN PAHAT PADA PROSES BUBUT MENGGUNAKAN MESIN KNUTH BASIC 180 V (Asri Afrizal, 2023)
ANALISA KEAUSAN MATA PAHAT KARBIDARNPADA PROSES SKRAP STAINLESS STEEL (T. Safran Azmi .TA, 2023)
PENENTUAN PARAMETER OPTIMUM KEAUSAN TEPI PARAT MENGGUNAKAN METODE TAGUCHIRNPADA PROSES END MILL (MUTTAQIN, 2023)
ANALISA KEAUSAN TEPI PADA PAHAT REKONDISI DAN TANPA REKONDISI PADA PROSES GURDI (DRILLING) BAJA KARBON SEDANG S45C (FAHRUL RIZAL, 2024)