CULTURE ANALYSIS ON THE GIRL IN THE TANGERINE SCARF: A NOVEL BY MOHJA KAHF | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

CULTURE ANALYSIS ON THE GIRL IN THE TANGERINE SCARF: A NOVEL BY MOHJA KAHF


Pengarang

NURFADHLINA SULAIMAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1509200080022

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstract

Name : Nurfadhlina Sulaiman
Student No. : 1509200080022
Study Program : English Education/ Graduate
Title : Culture Analysis on The Girl in the Tangerine Scarf: a Novel by Mohja Kahf


Key words: Culture, Element of Culture, Social and Religious, Problem in Society.


This research investigates the elements of culture implied in The Girl in the Tangerine Scarf, a novel by Mohja Kahf. This research focused on three aspects: the five cultural elements found in the novel, the Kahf’s description of social and religious common facts, and her description of problems faced by Khadra, the main character as a result of cultural differences. A qualitative method was used to analyze the novel. The data of this research was mainly the novel’s content, Kahf’s narration in the novel. To collect the data, documentation in form of quotation was used. The data were analyzed by using data reduction, data display, and data verification. The result of this research shows that five elements of culture are prominently used in the novel: symbol, language, norm, ritual, and value. Social and religious fact also became the important aspects of this novel. It is also found that attachment of the main characters who are Syrian immigrants to Islamic value became the author’s emphasis throughout the novel. Kahf’s juxtaposition of these Islamic values and the Protestant values held in the part of America where Khadra’s family resided seems to be source of the conflict in the novel. Another elements portrayed in the novel is the contrast between the Syrian’s appreciation of communality and the American’s appreciation of individualism. Lastly, the researcher found that Khadra faced obstacles living in American society. She is insulted, bullied, attacked, and one of Khadra’s friends was killed by American extremists. It means the culture is very influential in social life especially to adapt in a new environment.



Abstract

Nama : Nurfadhlina Sulaiman
NIM : 1509200080022
Program Studi : Program Pasca Sarjana Bahasa Inggris
Judul : Culture Analysis on The Girl in the Tangerine Scarf: a Novel by Mohja Kahf


Kata Kunci: Budaya, Elemen Budaya, Sosial dan Keagamaan, Permasalahan dalam Masyarakat.


Penelitian ini bertujuan menginvestigasi elemen-elemen budaya yang tersirat di dalam novel The Girl in the Tangerine Scarf. Penelitian ini berfokus kepada lima elemen budaya yang ditemukan dalam novel, penggambaran budaya berdasarkan fakta sosial dan keagamaan secara umum, dan permasalahan yang dihadapi oleh Khadra sebagai akibat dari perbedaan budaya. Penelitian ini bersifat kualitatif untuk menganalisa novel. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel yang berjudul The Girl in the Tangerine Scarf. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini berupa dokumen dalam bentuk kutipan. Data dalam penilitian ini dianalisa dengan menggunakan data reduksi, data display, dan data verifikasi. Hasil analisa dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelima elemen dari budaya secara jelas digambarkan dalam novel, yang terdiri dari simbol, bahasa, norma, ritual, dan nilai. Fakta sosial dan keagamaan menjadi aspek penting dalam novel ini. Peneliti menemukan bahwa nilai Islam menjadi suatu kebudayaan umum yang digunakan oleh masyarakat Syria. Berbeda dengan masyarakat Syria, masyarakat Amerika, menggunakan protestan sebagai agama mereka. Dalam kehidupan sosial, masyarakat Amerika memandang segala sesuatu dalam hidup mereka berdasarkan kebutuhan individu. Sedangkan masyarakat Syria memandang segala sesuatu dalam hidup mereka berdasarkan kebutuhan sosial. Terakhir, peneliti menemukan bahwa Khadra menghadapi berbagai kendala ketika berada di lingkungan masyarakat Amerika. Dia dihina, diganggu, diserang, bahkan salah satu teman Khadra dibunuh oleh masyarakat Amerika. Itu artinya budaya sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial, khususnya dalam hal beradaptasi dengan lingkungan yang baru.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK