PERLINDUNGAN TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI ISTRI KORBAN KEKERASAN PSIKIS DALAM RUMAH TANGGA OLEH PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERLINDUNGAN TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI ISTRI KORBAN KEKERASAN PSIKIS DALAM RUMAH TANGGA OLEH PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

CUT SHARA UTARI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1503101010175

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)



ABSTRAK

CUT SHARA UTARI, PERLINDUNGAN TERHADAP PEREMPUAN
2019 SEBAGAI ISTRI KORBAN KEKERASAN PSIKIS DALAM RUMAH TANGGA OLEH PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA BANDA ACEH.
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(vii,71), pp., tabl., bibl.,
Ainal Hadi, S.H., M.Hum.

Dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tanggadikatakan bahwa setiap orang dilatang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, bedasarkan Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 tahun
2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban jo Pasal 45 Undang-Undang Nomor
23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, bahwa setiap saksi dan korban memiliki hak yang dan setiap orang yang melakukan KDRT dapat dipidana, namun kenyataanya kasus KDRT masih banyak terjadi di kota Banda Aceh dan perlindungan yang diberikan oleh P2TP2A belum maksimal.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga bentuk perlindungan yang dapat diberikan oleh P2TP2A kota banda aceh terhadap perempuan korban kekerasan psikis dalam rumah tangga, menjelaskan hambatan yang dialami oleh P2TP2A dalam memberi perlindungan terhadap perempuan korban kekerasan psikis dalam rumah tangga.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yurisdis empiris. Penelitian hukum yang bersifat yuridis empiris ini menggunakan data primer yang diperoleh dari lapangan dan memadukan bahan-bahan hukum seperti buku-buku teks, teori-teori, peraturan perundang-undangan, artikel-artikel, tulisan-tulisan ilmiahyang merupakan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga adalah faktor ekonomi, orang ketiga, narkotika dan faktor relasi yang tidak setara, bentuk perlindungan yang dapat diberikan terhadap korban kekerasan psikis dalam rumah tangga ialah layanan kesehatan, layanan konseling, layanan hukum dan rehabilitasi sosial. Dan hambatan yang dialami oleh P2TP2A dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan korban kekerasan psikis dalam rumah tangga ialah karena kekurangan SDM, kekurangan sarana dan prasarana, budaya takut malu, rentang waktu kejadian dengan pelaporan.
Disarankan agar pemerintah lebih mensosialisaikan mengenai keberadaan lembaga P2TP2A, mensosialisaikan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dan juga mensosialisasikan hak-hak yang dapat diklaiam oleh seseorang apabila ia menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.



i

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK