<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="59778">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PAPARAN RADIASI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK TELEPON SELULER TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH(RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wizurai Wisesa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Radiasi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh telepon seluler dapat menyebabkan gangguan pada  kadar glukosa darah. Gangguan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu stres oksidatif. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan radiasi gelombang elektromagnetik telepon seluler terhadap kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorik dengan jenis pretest posttest control group design yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hewan coba pada penelitian ini adalah 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar yang diperoleh dari rumus Federer dan dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol, perlakuan I (paparan 30 menit per hari), dan perlakuan II (paparan 150 menit per hari). Berdasarkan  analisis data menggunakan uji Two Way Anova pada perubahan kadar glukosa darah dengan paparan yang berbeda didapatkan hasil yang signifikan yaitu p=0,049 (p0,05). Hasil diatas menunjukkan bahwa paparan radiasi gelombang elektromagnetik telepon seluler dapat meningkatkan kadar gula darah puasa terutama pada kelompok yang diberikan paparan radiasi gelombang elektromagnetik telepon seluler selama 150 menit per hari, sedangkan berdasarkan kombinasi kelompok paparan dengan jenis kelamin tidak terdapat perbedaan yang nyata pada kadar gula darah hewan coba.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci   :    Gelombang elektromagnetik, telepon seluler, kadar glukosa darah, tikus putih</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>59778</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-07-03 11:53:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-07-03 14:49:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>