<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="59722">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENCAMPURAN KAPUR TERHADAP NILAI PARAMETER PEMADATAN PADA TANAH APURAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD RAVIANDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Di Banda Aceh banyak terdapat tanah apuran yang tidak digunakan lagi,&#13;
Hal tersebut mendorong penulis untuk meneliti apakah tanah apuran pantas&#13;
digunakan untuk konstruksi. Maka dari itu diperlukan perbaikan pada tanah&#13;
tersebut dengan cara stabilisasi. Dalam penelitian ini bahan stabilisasi yang&#13;
digunakan adalah kapur. Penambahan kapur untuk bahan aditif dengan harapan&#13;
agar dapat meningkatkan stabilitas dan tingkat kepadatan tanah apuran menjadi&#13;
lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh&#13;
penambahan kapur sebagai bahan stabilisasi terhadap nilai kadar air optimum&#13;
(OMC) dan berat volume kering maksimum (?d maks). Pada penelitian ini, tanah&#13;
apuran yang digunakan berasal dari Desa Lam Glumpang, Kecamatan Ulee&#13;
Kareng, Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan yaitu, pengujian berat jenis,&#13;
batas cair, batas plastis, analisa saringan, dan pengujian pemadatan. Hasil yang&#13;
diperoleh untuk berat jenis sebesar 2,54, batas cair yaitu 39%, batas plastis yaitu&#13;
33%, dan analisa saringan lolos #200 sebesar 77,37%. Tanah apuran , menurut&#13;
klasifikasi AASHTO termasuk golongan A-4 (6) sedangkan menurut klasifikasi&#13;
USCS termasuk dalam golongan ML lanau tak organik dan pasir sangat halus,&#13;
serbuk batuan atau pasir halus berlanau dan berlempung. Hasil pengujian&#13;
pemadatan pada tanah apuran dengan penggunaan kapur persentase 0% sampai&#13;
8% nilai kadar air optimum mengalami penurunan dan nilai berat volume kering&#13;
maksimum persentase 0% sampai 4% mengalami kenaikan, sedangkan 6% sampai&#13;
8% mengalami penurunan. Berdasarkan hal tersebut bahwa pengaruh penambahan&#13;
kapur sebagai bahan stabilisasi dapat mengalami penurunan nilai kadar air&#13;
optimum (OMC), sedangkan berat volume kering maksimum (?d maks) tanah&#13;
apuran mengalami kenaikan pada persentase 4%.&#13;
Kata kunci: Stabilisasi tanah, tanah apuran, kapur, pemadatan.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>59722</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-07-01 11:54:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-07-01 14:07:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>