KEKUATAN MORTAR DENGAN TAMBAHAN TANAH DIATOMAE SETELAH DIEKSPOS TERHADAP SUHU 105OC | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KEKUATAN MORTAR DENGAN TAMBAHAN TANAH DIATOMAE SETELAH DIEKSPOS TERHADAP SUHU 105OC


Pengarang

Asmaul Husna Zubir - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404101010052

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak

Mortar adalah suatu campuran yang terdiri dari semen, agregat halus dan air, baik dalam keadaan dikeraskan ataupun tidak dikeraskan. Mortar juga sering disebut mortel atau spesi yang merupakan bahan bangunan yang dibuat dari campuran bahan perekat, agregat halus dan air yang kemudian diaduk hingga homogen. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu bahan utama pembuatan mortar adalah semen. Harga semen biasanya cukup mahal untuk dijangkau oleh masyarakat. Disamping itu, proses produksi semen pada industri juga tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif baru untuk menggantikan semen sebagai bahan pengikat utama. Salah satu caranya adalah menggunakan tanah diatomae sebagai material yang dapat menggantikan fungsi mekanis semen sebagai bahan pengikat yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini digunakan tanah diatomae sebagai substitusi sebagian semen. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan mortar setelah diekspos pada suhu 105oC terhadap penggunaan tanah diatomae sebagai subtitusi semen pada umur 28 hari dan 120 hari. Tanah diatomae dapat digunakan sebagai substitusi sebagian semen berdasarkan persentase tanah diatomae tersebut pada perencanaan, banyaknya tanah diatomae sebagai substitusi semen yang direncanakan adalah 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% dari berat semen. Tanah diatomae yang digunakan adalah tanah diatomae yang sudah mengalami proses kalsinasi terlebih dahulu dan lolos saringan No.200. Dalam penelitian ini tanah diatomae yang diaplikasikan adalah tanah diatomae yang berlokasi di Desa Lambeurenut, Kecamatan Lampanah Teungoh, Kabupaten Aceh Besar. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan rata-rata sebelum diekspos terhadap suhu adalah 74,87 % dari kuat kuat tekan sesudah diekspos. Penggunaan tanah diatomae paling baik untuk mortar 1:2 semen PCC yang belum diekspos terhadap suhu itu berada pada substitusi 20%, sedangkan untuk mortar yang sudah diekspos terhadap suhu itu berada pada substitusi 10%. Untuk mortar 1:2 semen OPC dan mortar 1:4 semen OPC yang paling baik berada pada 10% baik untuk mortar yang sudah diekspos maupun yang belum diekspos.


Kata Kunci : Mortar, tanah diatomae, semen, kuat tekan, suhu

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK