PEMANFAATAN ABU SERBUK KAYU DAN STYROFOAM SEBAGAI MATERIAL CAMPURAN LASTON LAPIS AUS DENGAN METODE PENCAMPURAN KERING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PEMANFAATAN ABU SERBUK KAYU DAN STYROFOAM SEBAGAI MATERIAL CAMPURAN LASTON LAPIS AUS DENGAN METODE PENCAMPURAN KERING


Pengarang

Suci Pratiwi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504101010048

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam peningkatan kualitas pembangunan jalan yang ramah lingkungan, ekonomis dan tahan lama, diperlukan inovasi metode perkerasan jalan yang mampu memenuhi standar dengan menggunakan material pemanfaatan limbah dan ramah lingkungan. Material yang digunakan adalah agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi (filler), dan aspal pen. 60/70 sebagai bahan pengikatnya. Penelitian ini dipakai limbah abu serbuk kayu sebagai filler. Selain itu, untuk meminimalkan komposisi aspal maka disubstitusi dengan limbah plastik yaitu jenis styrofoam sebagai kemasan makanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik campuran aspal beton dari kombinasi abu serbuk kayu sebagai filler dan styrofoam sebagai bahan campuran pada aspal penetrasi 60/70 terhadap campuran laston lapis aus (AC-WC) dengan menggunakan metode pencampuran kering melalui Marshall Test. Tahapan awal penelitian ini adalah mencari Kadar Aspal Optimum (KAO). Setelah KAO diperoleh yaitu sebesar 5,6%, 6,05% dan 6,50%, kemudian dilakukan pembuatan benda uji substitusi filler menggunakan abu serbuk kayu dengan variasi sebesar 100%,75%,50%,25% dari berat total filler dan substitusi styrofoam 7%, 9% dan 11% dengan metode pencampuran kering melalui Marshall Test. Setelah semua bahan diuji dan memenuhi syarat dilakukan pembuatan benda uji pengujian durabilitas untuk menentukan keawetan campuran aspal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai stabilitas pada kombinasi filler abu serbuk kayu terbaik yaitu 25% abu serbuk kayu sebesar 1129,51 kg, sedangkan nilai stabilitas pada kombinasi filler abu serbuk kayu dan substitusi styrofoam terbaik yaitu pada persentase 9% dengan kadar aspal 5,6% sebesar 1233,59 kg. Nilai parameter Marshall yang dihasilkan berupa stabilitas, flow, Marshall Quetiont, density, VIM, VMA, dan VFA memenuhi persyaratan spesifikasi umum Bina Marga 2010 revisi 4 (2018). Nilai durabilitas dengan kombinasi filler abu serbuk kayu terbaik yaitu sebesar 81,76%, sedangkan nilai durabilitas dengan kombinasi filler abu serbuk kayu dan substitusi styrofoam terbaik yaitu sebesar 94,25%. Untuk nilai durabilitas campuran AC-WC dengan kombinasi filler abu serbuk kayu dan substitusi styrofoam terbaik telah memenuhi spesifikasi yaitu ? 90.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK