KAJIAN PERKEMBANGAN MORFOLOGI DAN HISTOLOGI SALURAN PENCERNAAN LARVA IKAN PERES (OSTEOCHILUS KAPPENII) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PERKEMBANGAN MORFOLOGI DAN HISTOLOGI SALURAN PENCERNAAN LARVA IKAN PERES (OSTEOCHILUS KAPPENII)


Pengarang

Fathia Salsabila - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1511102010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Ikan peres (Osteochilus kappenii) merupakan ikan air tawar asli (native) di Aceh Tengah yang telah dapat dipijahkan dan dibudidayakan. Pengetahuan mengenai fase-fase perkembangan morfologi dan histologi saluran pencernaan larva sangat penting untuk mendukung keberhasilan pemeliharaan larva selama ontogeni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan morfologi dan histologi saluran pencernaan larva ikan peres (Osteochilus kappenii). Parameter yang diamati meliputi panjang total (TL) larva, laju pertumbuhan harian (LPH), morfologi larva, dan histologi saluran pencernaan. Pengukuran panjang total larva diukur pada 1 hingga 25 DAH (Days After Hatching). Pengambilan sampel larva dilakukan pada 1, 2, 3, 4, 8, 10, 15, 20 dan 25 DAH. Pengamatan morfologi dan histologi dilakukan secara mikroskopis. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan larva pada awal penelitian 4,58 ± 0,24 mm TL (1 DAH) dan mencapai 9,62 ± 0,79 mm TL pada akhir penelitian (25 DAH). Berdasarkan perkembangan struktural tubuh dan sumber makanan, tahapan perkembangan morfologi larva ikan peres terbagi dalam empat fase, fase yolk sac (0-4 DAH), preflexion (5-15 DAH), flexion (16-20 DAH), dan postflexion (21-25 DAH). Kuning telur telah terserap habis pada 4 DAH sebagai fase akhir yolk sac. Larva ikan peres mulai dapat memanfaatkan pakan dari luar pada umur 4 DAH. Morfologi larva terbentuk sempurna serta pigmentasi telah menyebar di seluruh tubuh pada 25 DAH. Organ pencernaan dan kelenjar pencernaan larva telah berkembang baik pada 25 DAH dengan terdiferensiasi midgut dan hindgut, peningkatan sel goblet pada usus, peningkatan lipid vakuola pada hati serta zimogen pada pankreas sehingga larva dapat memanfaatkan pakan secara optimal.

Kata kunci : Osteochilus kappenii, larva, morfologi, histologi, pertumbuhan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK