STUDI KEBUTUHAN BAHAN BAKU INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN (SKALA MIKRO) DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

STUDI KEBUTUHAN BAHAN BAKU INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN (SKALA MIKRO) DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

IHDINA RULIZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1511103010042

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Produksi perikanan di laut Aceh memiliki peranan yang sangat penting dalam
industri pengolahan ikan. Di samping untuk memanfaatkan ikan yang tidak laku
dijual atau ikan yang kurang digemari masyarakat, produksi hasil perikanan juga
dapat dijadikan suatu inovasi baru dalam bidang industri pengolahan ikan.
Ketersediaan bahan baku di suatu industri sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi
kekurangan suplai bahan baku pada saat tidak musim ikan guna terjaminnya
keberlangsungan suatu usaha. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis
bahan baku industri dan mengetahui jumlah kebutuhan bahan baku yang diperlukan
oleh industri pengolah ikan (skala mikro) di kota Banda Aceh. Penelitian ini
menggunakan metode survei dan wawancara. Jumlah responden ditentukan secara
purposive sampling yang terdiri dari 18 industri yang terdapat di kota Banda Aceh.
Analisis kebutuhan bahan baku industri pengolahan ikan dilakukan secara deskriptif
kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis ikan dominan
yang dijadikan bahan baku pengolahan ikan diantaranya yaitu ikan tongkol, ikan
kambing-kambing, dan tuna yang dijadikan olahan seperti ikan kayu, bakso ikan,
nugget ikan, dendeng ikan, dan abon ikan, dari ketiga bahan baku tersebut memiliki
jumlah yang bervariasi dari tahun ke tahun dimana jumlah kebutuhan bahan baku
ikan tongkol tertinggi pada tahun 2018 sebesar 383.750 kg, untuk ikan kambingkambing
pada
tahun

2016 terjadi kekurangan stok sebesar 54.582 kg dan untuk ikan
tuna terpenuhi setiap tahunnya dengan kebutuhan bahan baku tertinggi pada tahun
2015 sebesar 9.000 kg. Jenis ikan yang paling banyak diolah yaitu ikan tongkol
sekitar 66% yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan ikan kayu,
sedangkan 2% dalam pembuatan dendeng ikan yang menggunakan bahan baku ikan
kambing-kambing.

Kata kunci: Industri pengolahan ikan, bahan baku, produksi hasil tangkapan

ABSTRACT
Fisheries production in Aceh Sea has a very important role in the fish processing
industry. The fisheries production not only used to utilize the unsold fish or the less
popular one in the community, but also as a new innovation in the field of fish
processing industry. The availability of raw materials in an industry is needed to
anticipate the lack of raw material supply during non-fish season in order to ensure
the sustainability of a business. The purpose of this study was to identify the types of
industrial raw materials and determine the amount of raw material requirements
needed by the fish processing industry (micro scale) in the city of Banda Aceh. This
research used survey and interview methods. The number of respondents was
determined by purposive sampling consisting of 18 industries in the city of Banda
Aceh. Analysis of the needs of raw materials for fish processing industry was carried
out in a quantitative descriptive method. The results of the study showed that there
were three dominant types of fish which were used as raw material for processing
fish including little tuna, goatfish, and tuna which were processed such as dried tuna
(keumamah), fish meatballs, fish nuggets, fish jerky, and shredded fish. From the
three raw materials, the numbers were varied from year to year where the highest
number of raw materials needs for tuna in 2018 was 383,750 kg, for goats in 2016
there was a stock shortage of 54,582 kg and tuna fish was fulfilled every year with
the highest raw material needs in 2015 at 9,000 kg. The most processed type of fish
was little tuna about 66% which was used as raw material in making dried tuna,
while 2% in making jerky fish using raw materials of goatfish.

Keywords: Fish processing industry, raw materials, catch production

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK