TINGKAT KEPATUHAN NELAYAN TERHADAP PENERAPAN VESSEL MONITORING SYSTEM (VMS) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BELAWAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINGKAT KEPATUHAN NELAYAN TERHADAP PENERAPAN VESSEL MONITORING SYSTEM (VMS) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BELAWAN


Pengarang

Luthfy Utomo Hafidz - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1511103010001

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Laporan Statistik PPS Belawan menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2011-2016
produksi perikanan rata-rata turun mencapai angka 12,96% pertahun dikarenakan
belum maksimalnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait, walaupun KKP
telah memberlakukan pengawasan yang salah satunya dengan menggunakan Vessel
Monitoring System (VMS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
tingkat kepatuhan nelayan terhadap penerapan VMS serta menganalisis dan
memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi. Metode penelitian yang
dilakukan adalah dengan melakukan wawancara kepada pihak yang terkait, yang
selanjutnya analisis SWOT dibuat untuk menilai permasalahan yang terjadi. Hasil
penelitian mengidentifikasi tingginya tingkat kepatuhan nelayan dalam penerapan
VMS, namun hasil yang diperoleh bertolak belakang dengan kondisi di lapangan.
Beberapa permasalahan teridentifikasi seperti nelayan melakukan pemadaman VMS
dengan sengaja pada saat melakukan operasi penangkapan. Analisis SWOT untuk
masalah ini strategi solusi utama dihasilkan adalah pada strategi S-O yang
memanfaatkan kekuatan internal dengan peluang pemanfaatan eksternal. Strategi lain
diterapkan adalah menerapkan regulasi yang telah dikeluarkan secara tegas agar
nelayan dapat menerapkan VMS, membuat sebuah inovasi perubahan terhadap VMS,
memanfaatkan selutuh pihak yang bersangkutan untuk mengoptimalkan penerapan
VMS, dan penegasan sanksi hukum bagi nelayan yang tidak mengaktifkan VMS.

Kata Kunci: VMS, nelayan, tingkat kepatuhan, SWOT


ABSTRACT
The Statistics report of PPS Belawan shows that in the 2011-2016 period fisheries
production fell by an average of 12.96% per year due to the lack of supervision
carried out by related parties, even though the KKP had implemented supervision,
one of which was using the Vessel Monitoring System (VMS). The purpose of this
study is to determine the level of compliance of fishermen to the application of VMS
and analyze and provide solutions to problems that occur. Research method that is
carried out is by conducting interviews with the parties involved, which in turn the
SWOT analysis is made to assess the problems that occur. The results of the study
identified the high level of compliance of fishermen in implementing VMS, but the
results obtained contradicted the conditions in the field. Some problems were
identified such as fishermen deliberately suppressing VMS when carrying out fishing
operations. The SWOT analysis for this problem the main solution strategy generated
is on the S-O strategy that utilizes internal strength with external utilization
opportunities. Another strategy implemented is implementing regulations that have
been issued expressly so that fishermen can apply VMS, make innovation changes to
VMS, utilize all parties concerned to optimize the application of VMS, and
affirmation legal sanctions for fishermen who do not activate VMS.
Keywords: VMS, fisherman, compliance stage, SWOT

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK