Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT IJUK TERHADAP KUAT LENTUR BETON DENGAN VARIASI 2% DAN 4%
Pengarang
DEKKY ALRAHMATILLAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1504001010058
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pada penelitian kontruksi dalam beberapa tahun terakhir ini, penggunaan
serat alami sebagai campuran dalam beton sudah semakin meluas. Berbagai
penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan serat ke dalam beton
konvensional mampu meningkatkan karakteristik beton secara signifikan.
Peningkatan kualitas beton sampai saat ini masih terus dilakukan baik dalam
benda uji tarik lentur, untuk mengatasi hal tersebut beton diberi tulangan baja
dengan pemasangan yang benar untuk menahan gaya tarik nya tersebut. Penelitian
beton ini dilaksanakan di Laboratorium Kontruksi Bahan Bangunan, Universitas
Syiah Kuala. Pengujian tentang kuat lentur beton yang penambahan serat ijuk,
dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh kelebihan dan kekurangan serat
ijuk sebagai bahan penambahan beton normal dan untuk mengetahui nilai kuat
lentur (fr). Pengujian kuat lentur menggunakan alat Hydraulic Jack dan Tranducer
dari jepang. Penelitian melalui pengujian dimulai dengan memeriksa sifat-sifat
fisis agregat yang meliputi pemeriksaan berat volume agregat, sedangkan pada
pengujian kuat lentur beton menggunakan standar SNI 4431:2011. Penambahan
serat ijuk dengan variasi 0%, 2%, dan 4% serat ijuk. Pada penelitian ini umur
pengujian yang telah ditentukan pada 7 hari dan 28 hari dengan faktor air semen
(FAS) 0,60 menggunakan metode American Concrete Institute (ACI) 211.1-91.
Dimensi benda uji yang dilakukan pada penelitian ini adalah balok 15 cm x 15 cm
x 60 cm sebanyak 18 benda uji, berdasarkan hasil penelitian pengujian kuat lentur
pada umur 7 hari dangan nilai rata-rata kuat lentur normal 0% 3,27 MPa, kuat
lentur 2% 3,31 MPa, dan kuat lentur 4% 2,68 MPa sedangkan pada umur 28 hari
yaitu kuat lentur normal 0% 3,89 MPa, kuat lentur 2% 3,60 MPa, dan 4% 3,32
MPa. Penambahan serat ijuk hasil penelitian tersebut, dari keseluruhan pengujian,
persentase penambahan serat ijuk terbaik terdapat pada komposisi serat ijuk 2%
umur 7 hari dengan nilai 3,31 MPa lebih meningkat dari beton 0% normal umur
28 hari 3,60 MPa.
Kata Kunci : Agregat, Serat Ijuk, Kuat Lentur Beton.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT IJUK TERHADAP KUAT LENTUR BETON DENGAN VARIASI 3% DAN 5% (FERRY HALDI, 2019)
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT IJUK DENGAN VARIASI 2% DAN 4% UKURAN L/D 50 UNTUK KUAT TEKAN BETON (RUHMI WANI PENANTI, 2021)
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT IJUK TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON BUSA (FOAMED CONCRETE) (Mahlil, 2024)
KUAT LENTUR BETON MUTU TINGGI MENGGUNAKAN TANAH DIATOMAE SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN DENGAN PENAMBAHAN RNSERAT POLYPROPYLENE DAN SERAT KACA (ATIKA MULYA, 2022)
PENGARUH PENAMBAHAN JERAMI PADI TERHADAP KUAT LENTUR BETON (HERWIA WAHYUNA, 2024)