POTENSI EKSTRAK AIR DAUN SERNAI (WEDELIA BIFLORA) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA MENCIT RN(MUS MUSCULUS) DIBANDINGKAN PARA AMINO FENOL DAN ASAM SALISILAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

POTENSI EKSTRAK AIR DAUN SERNAI (WEDELIA BIFLORA) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA MENCIT RN(MUS MUSCULUS) DIBANDINGKAN PARA AMINO FENOL DAN ASAM SALISILAT


Pengarang

Tesha Aprilya Putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1002101010043

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

615.321

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak air daun sernai sebagai antipiretik dengan menggunakan 18 ekor mencit jantan, umur 2-3 bulan dengan berat badan 20-25 g. Penelitian dirancang dengan rancangan split-plot terdiri atas 6 kelompok. Kelompok I (P0) sebagai kontrol negatif diberi akuades, kelompok II dan III (P1 dan P2) berturut-turut diberi asam salisilat (42,25 mg/kg bb), para amino fenol (25 mg/kg bb), sedangkan kelompok IV, V, dan VI (P3, P4, dan P5) diberi ekstrak air daun sernai dengan konsentrasi masing-masing 50, 75, dan 100%. Pengukuran suhu mencit menggunakan termometer digital. Mencit diinduksikan panas dengan pemberian pepton 12,5%. Pengamatan dilakukan setiap 30 menit selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK