<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5920">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PENYEMBUHAN LUKA TRANSPLANTASI KULIT SECARA AUTOGRAFT DAN ISOGRAFT PADA ANJING LOKAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>wesi prayudha sakti soegiharto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas transplantasi dan lama penyembuhan pada anjing lokal dengan metode autograft dan isograft. Sebanyak 6 ekor anjing lokal yang masih sedarah dibagi menjadi 2 kelompok dan dijadikan sebagai hewan coba. Kelompok A ditransplantasi menggunakan metode autograft dan kelompok B ditransplantasi menggunakan metode isograft. Luka transplantasi selanjutnya dioleskan gentamicin 0,1% lalu diperban dengan kassa steril sampai 7 hari dengan total 3 perban pada hari 0, 3, 6. Benang akan dilepas pada hari ke 7 setelah dilakukan transplantasi. Penilaian penyembuhan luka dilakukan berdasarkan pengamatan makroskopis dengan memperhatikan tingkat kemerahan pada luka, pertautan tepi luka, tes warna kulit, dan tes sensasi nyeri. Hasil yang diperoleh dari kemerahan pada luka lebih terlihat pada kelompok perlakuan isograft. Pertautan tepi luka juga menunjukkan perbedaan waktu antara autograft dan isograft. Tes warna kulit menunjukkan perubahan warna dengan menekan kulit transplant pada hari ke- 2 dan ke- 3. Tes sensasi nyeri dengan menusukkan jarum ke organ transplant menunjukkan respon yang sangat buruk. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa efektivitas transplantasi untuk tujuan bedah kosmetik pada anjing lokal dapat digunakan walaupun tes rasa nyeri menunjukkan hasil yang kurang baik, dan penyembuhan luka transplantasi juga dalam tingkat yang baik.</note>
 <subject authority="">
  <topic>VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ORGAN TRANSPLANTS - SURGERY</topic>
 </subject>
 <classification>617.954</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>5920</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-04-29 14:52:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-28 11:30:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>