<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="59174">
 <titleInfo>
  <title>PREDIKSI UMUR LELAH LOWER SUSPENSION ARMMINIBUS YANG DIKEMUDIKAN PADA PERMUKAAN JALAN LURUS DAN BERBELOKBERBASIS PENDEKATANSTRAIN-LIFE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Reza Rizky</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian sebelumnya, prediksi umur lelahlower suspension arm hanya dilakukan berdasarkan sinyal regangan yang diperoleh pada jalan lurus saja. Mengingat fungsi utama dari komponen tersebut adalah untuk menstabilkan kendaraan ketika berbelok, maka penelitian bertujuan memprediksi umur lelah lower suspension arm ketika kendaraan melalui jalan lurus dan berbelok searah dan berlawan arah jarum jam. Ketiga-tiga jalan tersebut dilalui kendaraan dengan kecepatan 30 km/jam. Pengukuran sinyal regangan dilakukan dengan menempel sebuah strain gauge pada lower suspension arm di sisi kiri kendaraan. Berdasarkan hasil simulasi berbasis pendekatan strain-life, umur lelah terendah diberikan oleh jalan berbelok searah jarum jam dengan 2,56E+6 siklus sehingga patahmenggunakan model Coffin-Manson. Nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan umur lelah ketika kendaraan melalui jalan lurus dan berbelok berlawanan arah jarum jam, masing-masing dengan 5,85E+6 siklus sehingga patah dan 5,08E+7 sikus sehingga patah. Nilai tersebut juga sebanding yang dihasilkan oleh model Morrow danSmith Watson Topper(SWT). Ketika kendaraan berbelok ke kanan, lower suspension arm pada sisi kiri menerima regangan yang lebih besar dari pada saat kendaraan berbelok ke kiri, Regangan yang diterima lower suspension arm dapat mengurangi umur lelah dari komponen tersebut.Jalan berbelok mengurangi umur lelah lower suspension arm sehingga 44% dibandingkan dengan jalan lurus.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>59174</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-21 15:23:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-21 15:27:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>