<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="59172">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN METODE OBIA (OBJECT BASED IMAGE ANALYSIS) PADA PEMBUATAN PETA PENGGUNAAN LAHAN (STUDI KASUS DESA KOPELMA DARUSSALAM DAN RUKOH KECAMATAN SYIAH KUALA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bambang Herdian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketersediaan data penginderaan jauh semakin di butuhkan, diiringi pula teknik ekstraksi informasinya. Salah satunya berupa Object Based Image Analysis (OBIA). OBIA merupakan teknik klasifikasi citra yang didasarkan tidak hanya pada rona dan tekstur piksel suatu citra, namun pada kesatuan objek. OBIA memandang citra selayaknya cara manusia memandang suatu objek oleh matanya. Hal itu memberikan keuntungan lebih bagi metode ini dalam menghasilkan hasil yang lebih akurat. Pendekatan OBIA melalui dua tahapan utama yaitu segmentasi dan klasifikasi. Segmentasi biasanya dilakukan menggunakan segmentasi multiresolusi, sedangkan klasifikasi biasanya dilakukan berdasarkan sample-based dengan menggunakan algoritma nearest neighbor. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan peta penggunaan lahan dengan menggunakan metode OBIA, dengan data yang digunakan berupa citra WorldView-1 tahun 2015. Metode yang digunakan terdiri dari melakukan proses cropping pada daerah Kopelma Darussalam dan Rukoh Kecamatan Syiah Kuala kemudian dilakukannya proses segmentasi multiresolusi dan proses klasifikasi berdasarkan sample-based dengan menggunakan algoritma nearest neighbor. Berdasarkan pengujian segmentasi multiresolusi nilai parameter terbaik terdapat pada nilai  skala 40, bentuk 0,2 dan  kekompakan 0,8. Proses ekstraksi di daerah Kopelma Darussalam dan Rukoh Kecamatan Syiah Kuala menghasilkan 8 kelas penggunaan lahan. Jumlah objek penggunaan lahan yang paling banyak terdapat pada kelas lahan terbuka sebesar 13,592,059 per unit dengan total luas sebesar 217,402,000 hektar. Sedangkan jumlah objek penggunaan lahan yang paling sedikit terdapat pada kelas rawa sebesar 193,251 per unit dengan total luas sebesar 3,090,900 hektar.&#13;
&#13;
Kata Kunci: OBIA, Segmentasi, Klasifikasi, Penggunaan Lahan.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>ELECTRICAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>59172</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-21 15:22:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-05 09:47:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>