<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="59164">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN WILAYAH YANG BERPOTENSI MENGALAMI KEKERINGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>ACEH BESAR</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aksal Triyuli Rusman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kekeringan merupakan bencana alam yang hampir terjadi setiap tahun. Tidak pastinya musim hujan dan musim kemarau membuat suatu kerawanan dan bahaya yang mengancam makhluk hidup di dalamnya. Pada saat terjadinya musim kemarau membuat cadangan air menipis yang mengakibatkan terjadinya kekurangan air di daerah tersebut. Kurangnya data peta yang menyediakan informasi daerah yang mengalami kekeringan menjadi salah satu faktornya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan sebaran tingkat rawan kekeringan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh (PJ) yang dapat digunakan untuk meminimalisir terjadinya bencana. Metode yang digunakan adalah overlay pada enam parameter yaitu penggunaan lahan, curah hujan, produktifitas akuifer, indeks vegetasi, indeks kecerahan dan indeks kebasahan. Proses overlay yaitu melakukan penjumlahan skor dan bobot pada tiap parameter hingga mendapatkan nilai potensi kekeringan di daerah tersebut. Ada 5 kelas potensi kekeringan dari penelitian ini, yaitu potensi kekeringan sangat rendah dengan luas 90.85 Km2 atau 3.14 %, potensi kekeringan rendah dengan luas 1474.38 Km2 atau 50.96 %, kekeringan agak tinggi dengan luas 967.76 Km2 atau 33.45 %, potensi kekeringan tinggi dengan luas 346.41 Km2 atau 11.97 %, dan potensi kekeringan sangat tinggi dengan luas 14.05 Km2 atau 0.49 %.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>REMOTE SENSING TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>EARTH SCIENCE - GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>59164</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-21 15:10:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-05 09:39:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>