IDENTIFIKASI SESAR BAWAH PERMUKAAN PADA DAERAH PANAS BUMI JABOI, SABANG MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKASI SESAR BAWAH PERMUKAAN PADA DAERAH PANAS BUMI JABOI, SABANG MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER


Pengarang

SUCI SUKMA BAKHTAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504107010047

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini telah dilakukan di kawasan panas bumi Jaboi, Sabang. Daerah penelitian memiliki potensi panas bumi yang cukup prospek berdasarkan penampakan manifestasi di permukaan. Manifestasi ini terdapat diantara dua sesar aktif yaitu sesar Leumo Matee dan sesar Ceunohot. Penelitian bertujuan untuk menentukan gambaran bawah permukaan, keberadaan sesar dan mengetahui nilai resistivitas pada lapisan lintasan pengukuran. Metode resistivitas konfigurasi Wenner digunakan di penelitian ini untuk memetakan bawah permukaan. Akuisisi data menggunakan alat Super String RES-IP dengan dua lintasan masing- masing panjangnya 330 m dan spasi antar elektroda sebesar 6 m. Pengolahan data dilakukan menggunakan Software Res2dinv dengan menggunakan metode least square invertion. Hasil pemodelan pada lintasan 1 dan 2 diperoleh nilai resistivitas (?) 5 – 150 ?m dengan kedalaman 50 m. Pada lintasan 1 terdapat lapisan batuan alluvium dan tufa yang diperolah nilai resistivitas. Lapisan alluvium memiliki nilai resistivitas (?) 5 – 20 ?m dengan kedalaman 50 m. Lapisan tufa nilai resistivitas (? ) 0 – 150 ?m dengan ketebalan lapisan 10 m. Berdasarkan data resistivitas pada lintasan 1 dan 2 diduga terdapat sesar dan rekahan yang berkorelasi dengan aktivitas panas bumi. Pada lintasan 1 keterdapatan sesar memiliki kedalaman 35 m dengan jarak lintasan 63 m. Pada lintasan 2 terdapat rekahan dengan kedalaman 25 m pada jarak lintasan 228 m. Keberadaan sesar pada daerah penelitian yang digolongkan sesar minor sebagai bagian dari sesar Ceunohot.

Kata Kunci: Sesar, Metode Resistivitas, Panas bumi, Konfigurasi wenner.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK